Tak Hanya dari Singkong, Bulog Bakal Produksi Beras dari Jagung dan Sagu

Kompas.com - 03/02/2021, 15:49 WIB
 Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meluncurkan produk barun berupa beras singkong dengan merek Besita di Jenderal Coffee Nusantara Buwas, Bandung, Selasa (15/12/2020). Dok. Perum Bulog Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meluncurkan produk barun berupa beras singkong dengan merek Besita di Jenderal Coffee Nusantara Buwas, Bandung, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog berencana memperluas diversifikasi pangan nasional dengan memproduksi beras berbahan jagung dan sagu. Sehingga masyarakat semakin banyak pilihan selain beras dari padi.

Baru-baru ini Bulog bahkan meluncurkan beras berbahan singkong dengan merek Besita, akronim dari dari beras singkong petani.

"Kami akan buat beras tapi bahan dasarnya dari sagu dan jagung. Bahkan kami sudah mulai membuat beras dari jagung," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/1/2021).

Baca juga: Bulog Bakal Produksi Beras Sendiri, Kualitas Premium Tapi Harga Medium

Ia menyakini, diversifikasi tersebut akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, di mana kecukupan pangan menjadi hal yang sangat penting.

"Sehingga masyarakat yang biasa makan beras itu ada pilihan, bukan hanya beras dari padi, tapi juga beras dari singkong, jagung, dan sagu," kata pria yang akrab disapa Buwas itu.

Menurutnya, dengan adanya pilihan berbahan dasar lain sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam swasembada pangan, khususnya komoditas beras. Mengingat Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang besar.

Ia mengatakan, ada potensi 5,5 juta hektar lahan sagu yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Begitu pula dengan potensi yang ada pada tanaman singkong dan jagung.

Sehingga diharapkan dengan diversifikasi komoditas beras sumber daya dalam negeri bisa dimanfaatkan, sembari masyarakat mendapatkan pangan yang sehat.

Baca juga: Bulog Klaim Penyaluran Bansos Beras Sesuai Aturan dan Tepat Sasaran

"Kita mulai mengacu ketahanan pangan, tapi tetap sajikan makanan yang sehat," imbuhnya.

Menurut Buwas, rencana tersebut sudah mulai berjalan dan ditargetkan bisa di produksi pada tahun ini. Ia bilang, banyak pihak swasta yang tertarik bekerja sama dalam memproduksi beras dari sagu dan jagung.

"Dalam prosesnya kami bekerja sama dengan swasta. Beberapa teman-teman di swasta mau bekerja untuk mewujudkan laternatif pangan selain beras (dari padi)," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Tol Layang Japek Ganti Nama, Ingat Lagi Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi

Whats New
Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Bandara Pekon Serai Resmi Berubah Nama Jadi Muhammad Taufik Kiemas

Whats New
Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Menhub: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

[POPULER MONEY] Modal dan Syarat Buka Indomaret | Seleksi CPNS 2021 Dibuka Mei

Whats New
Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Gempa Malang, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Elpiji Aman

Whats New
Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Investor Terbesar Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dirikan Kantor Pusat di Indonesia

Whats New
Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Tol Layang Japek Akan Tutup Sementara untuk Ganti Nama Jadi Sheikh MBZ

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

[KURASI KOMPASIANA] Brezel, Roti Terpopuler dari Jerman | Japanese Milk Bread, Roti Unyu Menggiurkan

Rilis
Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Meski Kinerja Keuangan Merugi Pada 2020, PGN Masih dalam Kondisi Baik

Whats New
Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Di Tengah Pandemi, PGN Sukses Tuntaskan Penugasan dari Pemerintah

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

[KURASI KOMPASIANA] Susah Move On dari Mantan? Belajarlah dari Petugas SPBU | 5 Cara Move On dari Mantan agar Prosesnya Lancar Luncur

Rilis
Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Kadin Dorong Peran Asosiasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Covid-19

Whats New
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis 0,98 Persen

Whats New
GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

GeNose Tersedia di Bandara Ngurah Rai, Tarif Rp 40.000

Whats New
1.275.387 Formasi ASN 2021 Resmi Dibuka, Ini Rinciannya

1.275.387 Formasi ASN 2021 Resmi Dibuka, Ini Rinciannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X