Debut sebagai Bank Syariah Indonesia, BRIS Bidik Indeks IDX BUMN 20

Kompas.com - 04/02/2021, 09:34 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang merupakan bank hasil penggabungan dari 3 bank syariah BUMN, resmi debut di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/2/2020).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi berharap bank syariah terbesar di RI ini bakal masuk ke indeks IDX BUMN 20.

IDX BUMN 20 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

"Melihat kinerja saham BRIS (kode saham BSI) yang sangat positif di tengah pandemi, kami berharap BRIS jadi primadona di bursa serta dapat masuk ke indeks IDX BUMN 20," kata Hery dalam debut IDX secara virtual, Kamis (4/2/2020).

Baca juga: Serba-serbi Bank Syariah Indonesia yang Perlu Diketahui

Hery menuturkan, harapan masuknya BRIS dalam indeks BUMN 20 tak lain karena kinerja saham perseroan yang kinclong sejak kode saham BRIS pertama kali melantai di bursa (initial public offering/IPO).

Tercatat, harga saham BRIS pada saat IPO hanya sebesar Rp 510 per lembar saham. Pada 3 Februari 2021, harga sahamnya naik lebih dari 5 kali lipat menjadi Rp 2.750 per lembar saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu kapitalisasi pasar BRIS dari yang semula hanya Rp 4,96 triliun melesat menjadi Rp 112,8 triliun per tanggal 3 Februari 2021.

"Tentunya dengan tambahan saham dari 2 bank yang lain (BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri), naik puluhan kali lipat, market cap BRIS menjadi Rp 112,8 triliun," ucap Hery.

Adapun dalam pembukaan perdagangan hari ini, saham BRIS melesat di zona hijau dengan harga Rp 2.770 per lembar saham.

Baca juga: Memahami Cara Kerja Bank Syariah yang Diklaim Bebas Riba dan Halal

Saham tersebut menguat 20 poin atau 0,73 persen dari Rp 2.750 pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Hingga pukul 09.20 WIB, volume saham yang diperdagangkan mencapai Rp 57,23 juta dengan volume transaksi sebesar Rp 158,94 miliar.

"Kami berharap kinerja Bank Syariah Indonesia semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan syariah untuk melantai di bursa," pungkasnya.

Baca juga: Begini Nasib Program KPR Subsidi di Bank Syariah BUMN Usai Merger

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.