Perusahaan Ini Kembangkan Biodiesel dari Tanaman Jarak Pagar

Kompas.com - 18/02/2021, 19:48 WIB
Ilustrasi biodiesel B30 esdm.go.idIlustrasi biodiesel B30
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai inovasi dan upaya terus dilakukan untuk mencari berbagai sumber energi baru dan terbarukan (EBT) demi mengurangi ketergantuntan penggunaan energi fosil.

Biodiesel menjadi salah satu jenis EBT yang telah diterapkan di Indonesia. Saat ini telah mencapai Biodiesel 30, yaitu pencampuran 30 persen biodiesel dengan 70 persen bahan bakar minyak jenis solar.

Saat ini, komoditas utama yang digunakan untuk membuat biodiesel adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Namun ternyata, selain CPO terdapat tanaman lain yang berpotensi untuk menjadi bahan baku biodiesel, salah satunya adalah jarak pagar, dengan memanfaatkan kandungan minyak dari biji.

Baca juga: BI Optimistis DP 0 Persen Mobil dan Properti Dorong Permintaan Kredit

Biji jarak pagar pun mengandung rendemen minyak nabati sebesar 35 sampai 45 persen.

PT New Eco Energy Indonesia (NEEI-One), menjadi perusahaan yang menghasilkan produk Biodiesel Jarak Nusantara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

NEEI-One menyampaikan, produksi biodiesel jarak pagar membutuhkan biaya sekitar Rp 6.500 per liter dan kedepannya bisa ditekan menjadi sekitar Rp 5.000 per liter.

CEO New Ecology Energy Indonesia Muhammad Hafnan mengatakan, pihaknya menggunakan teknologi Nanomizer, yang membuat Biodiesel Jarak menjadi lebih bersih karena teknologi ini mengurangi emisi gas Nitrogen Oxida (NOX).

Teknologi Nanomizer juga akan mengurangi konsentrasi methanol pada bahan bakar Biodiesel lebih dari 20 persen, sehingga membuat mesin lebih tahan terhadap korosi.

Baca juga: Dirut PLN: Kalau Tidak Berubah, Kita Akan Ditinggalkan Pelanggan

Ia mengatakan, satu hektar lahan jarak pagar dapat menghasilkan 12.500 liter atau 12.5 kiloliter (kl) minyak jarak, atau hasil akhirnya 12.5 kl bahan bakar Nano Biodiesel Jarak Nusantara per tahun atau sekitar 34 liter per hari.

Menurut hasil analisa biaya dan profit oleh NEEI, harga biodiesel jarak adalah harga minyak jarak, yakni Rp 6.000 ditambah ongkos pengolahan Rp 1.000 per liter, sehingga harganya menjadi Rp 7.000 per liter atau Rp 6.000 per liter.

“Dengan teknologi Nanomizer kami, harga itu dapat berkurang sekitar Rp 1.000 per liter sehingga harga Nano Biodiesel Jarak kami menjadi sekitar Rp 5.000 sampai dengan Rp 6.000 per liter,” ujar Hafnan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Berminat Investasi di Bitcoin Cs? Simak Caranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.