Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Kompas.com - 01/03/2021, 20:15 WIB
Ilustrasi Logistik SHUTTERSTOCKS/MAXX-STUDIOIlustrasi Logistik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) untuk meningkatkan layanan kargo dan logistik di seluruh bandara yang dikelola perseroan.

Direktur Pengembangan Usaha Angkasa Pura I Dendi T Danianto mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud kolaborasi perseroannha dengan stakeholder kunci di sektor logistik yang juga bertujuan untuk turut mengakselerasi penerapan ekosistem logistik nasional.

“Pada era yang makin kompleks dan serba tidak pasti ini, kolaborasi menjadi hal yang mutlak dilakukan dibanding kompetisi,” ujar Dendi dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Selain itu, lanjut Dendi, kolaborasi ini juga merupakan upaya untuk mendukung strategi peningkatan pendapatan Angkasa Pura I, khususnya pada area bisnis logistik dan kargo.

Pada masa pandemi, kinerja trafik kargo tahun 2020 dibanding 2019 di bandara Angkasa Pura I masih bisa tumbuh tipis 2,09 persen dibanding dengan trafik penumpang dan pesawat yang memang turun drastis.

Oleh karena itu, untuk menjaga dan memanfaatkan pertumbuhan trafik kargo yang pada 2021 diprediksi tumbuh tipis 2,1 persen menjadi sekitar 445.300 ton.

“Diharapkan kolaborasi ini dapat mendukung rencana pengoptimalan bisnis kargo perusahaan dalam jangka pendek dan menengah,” kata Dendi.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini mencakup penjajakan rencana kerja sama pada lima bidang. Pertama, perlindungan keamanan terhadap pengguna layanan kargo udara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

Baca juga: OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Kedua, peningkatan service level agreement(SLA), key performance index (KPI), dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang menangani kargo dan logistik di bandara Angkasa Pura I.

Ketiga, standarisasi pelayanan penanganan kargo dan logistik di bandara Angkasa Pura I.

Keempat, penyediaan fasilitas pendukung pelaksanaan seperti lahan, warehousing, ruangan pelaku usaha logistik dan forwarder, cold storage, layanan fast track dan lain-lain yang dapat meningkatkan volume kargo.

Kelima, pelayanan logistik dan kargo tidak terbatas pada moda transportasi udara, namun  juga transportasi darat dan laut.

Selain itu, nota kesepahaman juga mencakup kegiatan pertukaran data dan informasi terkait pengembangan dan peningkatan layanan kargo dan logistik. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X