Jokowi Pelototi Perdagangan Digital, Kemendag Lakukan Investigasi

Kompas.com - 04/03/2021, 14:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengendus adanya praktik yang tidak benar dalam perdagangan digital Indonesia sehingga berpotensi membunuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta untuk segera mengatur perdagangan digital agar bisa melindungi dan memberdayakan pelaku UMKM.

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya sebagai regulator memastikan bakal segera membuat aturan bagi perdagangan online untuk menciptakan persaingan yang adil antar pelaku usaha didalamnya.

"Kemendag adalah wasitnya, regulatornya, kami akan menjamin bahwa pasar ini (digital) adalah pasar yang adil, menciptakan perdagangan yang bermanfaat, bukan hanya ke penjual tapi juga pembeli," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Kerja Kemendag, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Jokowi Gaungkan Benci Produk dari Luar Negeri, Pengamat: Itu Hanya Slogan

Saat ini, Kemendag tengah melakukan investigasi mendalami indikasi praktik tidak benar yang terjadi di perdagangan digital, terutama terkait aktivitas yang menghancurkan kompetisi dengan cara terlarang yaitu predatory pricing.

Lutfi menjelaskan, predatory pricing adalah harga yang disiapkan, baik dengan di dumping atau subsidi, untuk menghancurkan kompetisi pasar, di mana setelah kompetisi rusak harga akan dinaikkan sesuai dengan yang seharusnya.

"Ini menyebabkan perdagangan tidak pada level kesetaraan dalam persaingan. Ini dilarang oleh azas perdagangan karena tidak bermanfaat dan tidak memberikan kesetaraan," ungkapnya.

Baca juga: Pertamina Akan Gelontorkan Investasi Rp 142,9 Triliun, untuk Apa?

Kendati ada indikasi, Lutfi menekankan, untuk bisa memastikan adanya praktik kecurangan dalam perdagangan digital tetap perlu dilakukan investigasi lebih jauh hingga akhirnya dapat dibuktikan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan, telah meminta Lutfi untuk mengecek praktik tidak benar yang terjadi di perdagangan digital yang bisa merugikan pelaku UMKM. Ia bilang, UMKM seharusnya diberdayakan, dibela, dan dilindungi.

"Baru minggu kemarin saya sudah sampaikan ke Pak Menteri Perdagangan, ini ada yang enggak bener ini di perdagangan digital kita, membunuh UMKM, diperingatkan," kata Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Kemendag 2021, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Jokowi: Ada yang Tak Benar di Perdagangan Digital, Membunuh UMKM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Ajak Produsen Kendaraan Listrik Inggris Bangun Pabrik Mikro Baterai di Indonesia

Erick Thohir Ajak Produsen Kendaraan Listrik Inggris Bangun Pabrik Mikro Baterai di Indonesia

Whats New
Jangan Sampai Ketinggalan, 4 Emiten Grup Astra Bakal Bagikan Dividen Interim

Jangan Sampai Ketinggalan, 4 Emiten Grup Astra Bakal Bagikan Dividen Interim

Earn Smart
Antisipasi Pemadaman Listrik Saat Banjir, PLN Tinggikan 590 Instalasi Gardu

Antisipasi Pemadaman Listrik Saat Banjir, PLN Tinggikan 590 Instalasi Gardu

Whats New
Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Whats New
Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Whats New
Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Whats New
3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir 'On-demand' Oper

3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir "On-demand" Oper

Whats New
Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Whats New
Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Whats New
Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Whats New
Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Whats New
Listrik Tiba-tiba Padam Saat Banjir, Ini Penjelasan PLN

Listrik Tiba-tiba Padam Saat Banjir, Ini Penjelasan PLN

Whats New
Setelah Hong Kong, 2 Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura

Setelah Hong Kong, 2 Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura

Whats New
10 Instansi dengan Tenaga Non-ASN Terbanyak per 5 Oktober 2022

10 Instansi dengan Tenaga Non-ASN Terbanyak per 5 Oktober 2022

Whats New
Apakah Karyawan Resign Berhak Dapat Pesangon? Ini Aturannya

Apakah Karyawan Resign Berhak Dapat Pesangon? Ini Aturannya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.