Beda Tarif Listrik Saat Ini Dibandingkan Era Awal Jokowi Presiden

Kompas.com - 09/03/2021, 11:31 WIB
Ilustrasi jaringan listrik KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi jaringan listrik


JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah memastikan tarif tenaga listrik untuk periode kuartal II tahun ini masih akan sama dengan periode Januari hingga Maret 2021, atau tidak mengalami kenaikan.

Dari masa ke masa, sebenarnya perubahan tarif listrik sudah kerap terjadi. Tarif listrik yang berlaku saat ini juga berbeda dengan tarif yang berlaku ketika era awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2014.

Ketika Jokowi dilantik sebagai presiden tahun 2014, tarif listrik yang berlaku baru saja mengalami perubahan di masa-masa akhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kala itu, pemerintah memastikan tarif listrik untuk enam golongan naik bertahap setiap 2 bulan, mulai 1 Juli 2014.

Berdasarkan data Kementerian ESDM saat itu, golongan yang terkena kenaikan tarif berikut rincian perubahan tarif diterapkan beragam.

Pertama, untuk golongan I-3, tarif semula Rp 864 per kWh naik menjadi Rp 964 per kWh mulai 1 Juli 2014. Pada 1 September 2014, tarif naik lagi menjadi Rp 1.075 per kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.200/kWh.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tarif Listrik hingga Juni 2021 Tidak Naik, Ini Rinciannya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Kedua, untuk golongan R-2 dengan 3.500 VA hingga 5.500 VA, tarif semula Rp 1.145 per kWh naik menjadi Rp 1.210 per kWh mulai 1 Juli 2014. Per 1 September 2014 tarif ini akan lagi menjadi Rp 1.279/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.

Ketiga, mulai 1 Juli 2014 tarif untuk golongan R-1 dengan kapasitas 2.200 VA yang semula Rp 1.004 per kWh naik menjadi Rp 1.109/kWh. Lalu, per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.224/kWh, dan per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.353/kWh.

Keempat, untuk golongan R-1 dengan kapasitas 1.300 VA, tarif semula Rp 997 per kWh naik menjadi Rp 1.090/kWh mulai 1 Juli 2014. Sedangkan per 1 September 2014, tarif ini naik lagi menjadi Rp 1.214/kWh, dan kembali naik pada 1 November 2014 menjadi Rp 1.352/kWh.

Kelima, untuk golongan P-3, dari Rp 864 per kWh naik menjadi Rp 1.104/kWh mulai 1 Juli 2014. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.221/kWh, lalu per 1 November 2014 kembali naik menjadi Rp 1.352/kWh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.