Kuota Kartu Prakerja Semester I Sisa 900.000 Pendaftar, Terpenuhi dalam 2 Gelombang

Kompas.com - 17/03/2021, 14:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).
DOK. Humas Kementerian Koordinator Bidang PerekonomianMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menerima 11 perwakilan penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonimian Airlangga Hartarto mengatakan target kuota peserta Kartu Prakerja sebanyak 2,7 juta untuk semester I-2021 bisa terpenuhi dalam dua pekan ke depan.

Hingga saat ini, pemerintah telah membuka tiga gelombang Kartu Prakerja, mulai dari gelombang 12 hingga gelombang 14. Dari masing-masing gelombang, jumlah kuota yang dibuka yakni sebanyak 600.000 orang.

Dengan demikian, saat ini jumlah kuota yang masih tersisa sebanyak 900.000.

Baca juga: Insentif Kartu Prakerja Dipakai untuk Beli Bahan Pangan hingga Paket Internet

"Semester I di 2021 ini sudah tiga gelombang atau 1,8 juta orang dan secara kumulatif tentu berharap di kuartal pertama target 2,7 juta yang akan diselesaikan dua pekan ke depan," ujar Airlangga dalam Pengarahan Presiden RI kepada Penerima Kartu Prakerja Tahun 2020-2021, Rabu (17/3/2021).

Airlangga pun menjelaskan, secara keseluruhan jumlah orang yang sudah mendaftar pada program Kartu Prakerja mencapai 55,6 juta orang.

Jumlah pendaftar tersebut berasal dari 514 kabupaten/kota dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun jumlah peserta yang sudah tersaring pada gelombang 1 hingga gelombang 11 yang dilaksanakan tahun lalu sebanyak 5,5 juta orang. Total anggaran yang terealisasi mencapai Rp 19,98 triliun.

"Sudah 5,5 juta orang yang terpilih dan serapan anggaran tahun lalu Rp 19,98 juta atau 99,9 persen dari Rp 20 triliun," jelas Airlangga.

Baca juga: Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Ia pun menjelaskan, saat ini ada 17 platform digital yang sudah terdaftar menjadi mitra di Kartu Prakerja.

Selain itu juga ada lima platform yang menjadi mitra pembayaran dengan 165 lembaga pelatihan yang terdapat dalam ekosistem Kartu Prakerja.

Adapun jumlah pelatihan yang tersedia mencapai 1.700 pelatihan,

"Program ini juga mengakselerasi inklusi keuangan, terlihat sebanyak 25 persen penerima belum mempunyai rekening atau e-wallet dan ini memang program yang dibutuhkan di era digital karena dilaksanakan secara daring," ujar Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.