Ini Alasan Indonesia Terus Impor Daging Sapi Meski Populasinya Banyak

Kompas.com - 22/03/2021, 14:22 WIB
Suasanan di los daging sapi di Pasar Kranji Baru, Kota Bekasi, Sabtu (23/1/20210). Para pedagang daging sapi telah berjualan kembali setelah mogok selama tiga hari sebagai protes atas harga daging dari pemasok yang naik. Dok Pengelola Pasar Kranji Baru, Kota BekasiSuasanan di los daging sapi di Pasar Kranji Baru, Kota Bekasi, Sabtu (23/1/20210). Para pedagang daging sapi telah berjualan kembali setelah mogok selama tiga hari sebagai protes atas harga daging dari pemasok yang naik.

Secara nasional, total konsumsi daging sapi dan kerbau Indonesia sebesar 717.150 ton per tahun atau setara 2,66 kilogram per kapita per tahun.

"Secara nasional memang konsumsi daging sapi kita masih kurang, tapi dengan penduduk 270 juta orang, ini cukup besar untuk sebuah negara membutuhkan pasokan daging sapinya," kata Yudi.

Di sisi lain, pusat konsumsi daging sapi bukan berada di wilayah dekat dengan produsen sapi, melainkan di wilayah yang padat penduduk, terutama di perkotaan.

Baca juga: Pemerintah Tugaskan BUMN untuk Impor Daging, Ini Kata Asosiasi

Kondisi ini menjadi permasalahan bagi Indonesia untuk bisa menjamin pasokan dan distribusinya.

Menurutnya, wilayah sentra produksi sapi saat ini berada di NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur. Sementara, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan konsumen terbesar mendapat pasokan daging sapi dari luar wilayah.

"Jadi tidak semua yang pasar daging sapinya besar, punya populasi sapi yang besar. Ini menjadi masalah bagaiman alihkan daging sapi dan sapi hidup dari produsen ke konsumen," jelas dia.

Dengan kondisi demikian, lanjut Yudi, diperlukan upaya untuk tetap menjamin ketersediaan daging sapi dalam negeri.

Salah satunya impor sapi dan daging sapi dari negara yang memang memiliki pasokan dengan kepastian akan jumlah dan waktu pengadaan.

Baca juga: Pemerintah Impor Gula dan Daging Sapi untuk Kebutuhan Selama Ramadhan

Menurut dia, para pengusaha, baik itu di industri feedlot atapun importir daging sapi berupaya membantu pemerintah dalam penyediaan daging sapi di Indonesia, menghubungkan antara produsen dan konsumen.

"Jadi dengan adanya industri feedlot dan importir daging berperan dalam menyambungkan tumbuhnya permintaan di daerah-daerah konsumen dan menyampaikan daging-daging sapi dari produsen, baik produsen dalam negeri maupun dari negara lain," papar Yudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.