Sempat Buat Geram Jokowi, Pertamina Klaim Capaian TKDN Telah di Atas 50 Persen

Kompas.com - 26/03/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi logo Pertamina (Dok. Shutterstock) Ilustrasi logo Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) membeberkan capaian porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) perseroan terkini.

TKDN Pertamina sendiri beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan, setelah Presiden Joko Widodo dikabarkan memecat langsung salah seorang pejabat tinggi Pertamina karena aturan itu.

SVP Communication and Investor Relation Pertamina Agus Supriyanto mengatakan, perseroan terus melakukan aturan TKDN secara berkala. Bahkan, sepanjang tahun lalu porsi TKDN Pertamina telah mencapai 52,6 persen.

"Kita pada tahun 2020 telah berhasil mencapai 52,6 persen TKDN. Tentunya tidak kita lakukan begitu saja," kata dia dalam sebuah diskusi virtual, dikutip Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Banyak yang Bingung, Ini Perbedaan SPBU Pertamina Warna Merah dan Biru

Lebih lanjut Agus menjelaskan, capaian tersebut berhasil dicapai lewat berbagai program yang diusung perseroan. Program pertama ialah perumusan Sistem Tata Kerja (STK) yang dilakukan langsung oleh jajaran direksi terkait pelaksanaan aturan TKDN.

"Proses ini diperkuat oleh fungsi khusus yang dibentuk direksi Pertamina, yaitu fungsinya local content utilization management," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, Pertamina juga merumuskan TKDN sebagai salah satu komponen alat ukur keberhasilan atau key performance index (KPI) pelaksanaan sebuah program kerja perseroan. Bukan hanya program kerja, TKDN juga disebut menjadi KPI dalam operasional perusahaan.

Baca juga: Apa Itu TKDN? Aturan yang Membuat Pejabat Pertamina Dipecat

"Ini menjadi suatu standard performance yang setiap fungsi lini bisnis akan menggunakan itu sebagai tolak ukur terhadap performance," kata Agus.

Lalu, Agus menyebutkan, Pertamina telah menciptakan platform digital yang didalamnya terdapat katalog TKDN. Platform ini berfungsi untuk mengimplementasi atau mengawasi pelaksanaan TKDN.

"Keempat terkait sinergi, bisnis Pertamina ini memang harus bersama-sama memperkuat sinergi BUMN," ucap Agus.

Baca juga: Ada Pejabat Dipecat Jokowi Langsung, Luhut: Pertamina Ngawurnya Minta Ampun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.