Lelang Sukuk Pekan Depan, Pemerintah Patok Target Rp 10 Triliun

Kompas.com - 02/04/2021, 20:36 WIB
Ilustrasi penjualan sukuk. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan sukuk.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan kembali melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada 6 Maret 2021.

Pada lelang Sukuk Negara kali ini, pemerintah menargetkan mampu mengantongi Rp 10 triliun dari hasil lelang.

"Lelang untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam siaran pers, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Menaker Ida Tak Ingin BLK Komunitas Mangkrak dan Berubah Fungsi

DJPPR mengungkapkan, ada 6 seri Sukuk Negara yang akan dilelang yakni SPN-S 07102021 (new issuance), PBS027 (reopening), PBS017 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004
(reopening), dan PBS028 (reopening).

Sementara itu, imbalannya yakni SPN-S 07102021 (Diskonto), PBS027 (6,5 persen), PBS017 (6,12 persen), PBS029 (6,37 persen), PBS004 (6,1 persen), dan PBS028 (7,75 persen).

Tanggal jatuh tempo seri sukuk tersebut mulai dari 7 Oktober 2021 hingga paling lama 15 Oktober 2046.

Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang.

Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Dealer Utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Baca juga: Produsen Baterai Asal China Akan Investasi Rp 72,5 Triliun di Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X