Kembangkan Usaha, Tahun Ini Antam Alokasikan Belanja Modal Rp 2,84 Triliun

Kompas.com - 07/04/2021, 16:43 WIB
Suasana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Antam Tbk yang dihadiri langsung oleh para pemegang saham namun tetap menerapkan protokol kesehatan, di Jakarta, Rabu (7/4/2021). Dokumentasi Tim Komunikasi PT AntamSuasana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Antam Tbk yang dihadiri langsung oleh para pemegang saham namun tetap menerapkan protokol kesehatan, di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, tahun ini, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam akan mengalokasikan belanja modalnya (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,84 triliun.

Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha.

"Kemudian untuk capex tahun ini, direncanakan akan spending sebesar Rp 2,84 triliun. Diantaranya untuk pengembangan yang bersifat rutin. Kemudian pengembangan usaha dalam bentuk project-project dan keperluan lainnya. Yang terbesar adalah untuk pengembangan usaha," kata Kunto melalui konfrensi pers virtual, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Perubahan Nomenklatur, Pemegang Saham Antam Berhentikan Dua Direksi

Termasuk ekspansi usaha bekerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.

Sementara, proyek pembangunan pabrik smelter milik Antam yang ada di Halmahera Timur, Maluku Utara, kini dalam tahap akhir penyelesaian.

"Sebagaimana diketahui, saat ini Antam sedang dalam proses penyelesaian pabrik smelter feronikel di Halmahera Timur. Antam juga memiliki kerja sama dengan Inalum dalam proyek smelter grade alumina serta proyek pengembangan lainnya yang saat ini sedang digodok oleh tim Antam untuk bisa segera dikerjakan dan dilaksanakan," jelas Kunto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kunto menjelaskan, hingga kini, proyek pembangunan pabrik smelter di Halmahera Timur telah mencapai 98 persen.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 Hari Ini, Simak Rinciannya

Dengan beroperasinya pabrik ini nanti, kapasitas produksinya bertambah sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel.

Diharapkan total kapasitas portofolio feronikel Antam akan menjadi 40.500 ton nikel. Saat ini, baru tercatat 27.000 ton nikel dalam feronikel.

"Kami masih akan berfokus pada penyelesaian proyek smelter, khususnya pabrik feronikel di Halmahera Timur untuk bisa segera berkontribusi kepada perusahaan di tengah outlook nikel yang semakin positif ke depannya. Saat ini proyek tersebut sedang dalam proses penyelesaian," ujar dia.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, sepanjang tahun 2020, ANTM mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,15 triliun atau tumbuh 493 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 193,85 miliar.

Baca juga: Berusia 18 Tahun, Remaja Asal Jerman Ini Jadi yang Termuda dalam Jajaran Orang Terkaya Dunia

Kemudian, tercapainya Ebitda sebesar Rp 3,19 triliun, laba kotor sebesar Rp 4,48 triliun, dan laba usaha Rp 2,03 triliun.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.