Produksi Kilang Pertamina Internasional Capai 79 Persen dari Target

Kompas.com - 20/05/2021, 10:38 WIB
Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/12/2020). (Dok. Pertamina) Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyatakan telah membukukan kinerja operasi sepanjang kuartal I-2021 melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Direktur Utama PT KPI Djoko Priyono mengungkapkan, optimasi kilang dan efisiensi biaya operasional jadi faktor pendorong kinerja positif perusahaan.

Optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread (perbedaan antara harga minyak mentah sebagai bahan baku dan harga produk yang dihasilkan kilang).

“Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude (minyak mentah). Kita diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude bagian negara agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Dengan upaya optimasi itu, KPI menjadikan imbal hasil produk atau yield valuable Product (YVP) di atas target.

Persentase produksi produk bernilai tinggi, seperti produk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia mencapai realisasi di atas 79 persen, lebih tinggi dari target pada RKAP sekitar 78 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Plant Availability Factor (PAF) yang merupakan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi juga berhasil meningkat menjadi hampir 100 persen, lebih tinggi daripada versi RKAP sekitar 99 persen," kata dia.

Sementara dalam upaya efisiensi biaya operasi kilang, KPI mengendalikan pemakaian energi hingga angkanya di bawah target RKAP.

Indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau Energy Intensity Index (EII) tercatat di angka 108,6, lebih rendah daripada yang ditetapkan pada RKAP yang hampir sebesar 109. Untuk diketahui, semakin kecil angka realisasi EII maka semakin baik.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Bitcoin Anjlok Rp 81,2 Juta dalam Sehari

Djoko menambahkan, kinerja positif perseroan juga tak lepas dari dukungan mitra bisnis. Seperti dengan PT Patra Niaga yang telah menjual produk BBM berkualitas hasil produksi dari Kilang Pertamina.

Serta PT PGN yang telah memasok gas alam ke kilang-kilang Pertamina untuk proses produksi. Ia pun memastikan KPI berkomitmen untuk mendorong kinerja dari sisi operasional dan finansial ke depannya.

"Kami apresiasi seluruh mitra bisnis yang telah mendukung pencapaian kinerja positif KPI," pungkas Djoko.

Baca juga: Tips Aman Belanja Online dengan Sistem COD



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.