Aset Dana Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Naik 13 Persen di 2020

Kompas.com - 31/05/2021, 20:34 WIB
 Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan online, klaim BPJS Ketenagakerjaan, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Dok. BPJS Ketenagakerjaan Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan online, klaim BPJS Ketenagakerjaan, Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek melaporkan Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) tahun 2020.

Tercatat aset dana jaminan sosial (DJS) tumbuh 13 persen sepanjang tahun lalu.

Aset dana yang meliputi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) itu mencapai Rp 483,78 triliun di 2020 naik dari Rp 428,30 triliun di 2019.

Baca juga: Selama 2020, Iuran BPJS Ketenagakerjaan Turun, Tapi Klaim Naik di 2020

Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kenaikan aset dana tersebut didorong peningkatan realisasi investasi sebesar 11,42 persen menjadi Rp 31,5 triliun di 2020 dari Rp 28,27 triliun pada 2019.

Kinerja investasi itu berhasil mengkompensasi penurunan iuran di tengah naiknya klaim pada tahun lalu, sehingga aset dana jaminan sosial yang dikelola BPJamsostek pun tetap naik.

"Aset dana jaminan sosial semua tumbuh positif, walaupun tahun lalu ada relaksasi iuran. Sebab hasil investasi dana jaminan sosial mengalami peningkatan dan mendorong pertumbuhan aset," ujar Anggoro dalam konferensi pers virtual, Senin (31/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, pada tahun lalu pendapatan iuran tercatat sebesar Rp73,26 triliun turun 0,21 persen dari tahun 2019 yang sebesar Rp73,42 triliun.

Sementara, klaim yang dibayarkan naik 22,65 persen menjadi Rp 36,44 triliun dari Rp 29,71 triliun di tahun sebelumnya.

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Kini Bisa Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan lewat Bank Mandiri

Penurunan iuran dikarenakan adanya relaksasi dengan potongan hingga 99 persen selama 6 bulan, sedangkan klaim meningkat karena adanya dampak Covid-19 pada sejumlah perusahaan pemberi kerja.

"Tingkat kesehatan keuangan dana jaminan sosial maupun BPJamsostek selama tahun 2020 juga dalam kondisi yang aman dan sehat," kata Anggoro.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X