Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Kompas.com - 21/06/2021, 10:01 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

Di tengah penurunan minat masyarakat, ada alternatif yang bisa dilakukan agar usaha ikan cupang tidak mati begitu saja.

Menurut Ades ada beberapa alternatif yang bisa dikembangkan, untuk tetap mendapatkan keuntungan, salah satunya adalah dengan berinovasi ke aksesoris dan pakan ikan.

“Saat ini mindset-nya perlu dibenerin. Banyak orang berpikir dengan kemampuan breeding ikan cupang, bisa dijadikan bisnis. Padahal terlalu banyak yang melakukan breeding membuat bisnsi ikan cupang turun. Ada banyak elemen dari ikan cupang yang bisa dikembangkan, seperti menjual pakan, askesoris, dan mesin,” kata dia.

Menurut Ades, ada banyak peluang yang juga tidak kalah menjanjikan jika pelaku usaha bisa memanfaatkan alternatif penjualan lainnya yang dibutuhkan ikan cupang. Misalkan pakan seperti pelet, cacing, garam ikan, daun ketapang, daun secang dan sebagainya.

Untuk terus bertahan dalam bisnis perikanan, Ades menilai pelaku usaha juga jangan terlalu fokus pada penjualan ikan cupang saja. Tapi, ada baiknya jika melirik potensi jenis ikan hias lain sehingga ada variasi yang bisa ditawarkan kepada konsumen, ketika tren ikan cupang mulai redup.

“Selain bisnis cupang, juga harus berinovasi mencari peluang lain, seperti bisnis ikan hias lainnya. Awal mula kita memang dari bisnis ikan cupang, tapi lama kelamaan kita juga menyediakan alternatif lainnya, tujuannya agar bisnis ini tetap bertahan,” ucapnya.

Baca juga: 19 Bulan Jadi Komisaris Pertamina, Apa Saja Gebrakan Ahok?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.