Gelar Kongres Halal Internasional 2022, Babel Siapkan 6 Sektor Unggulan

Kompas.com - 26/06/2021, 17:03 WIB
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Babel dalam apel kebangsaan dan deklarasi menjaga kebhinekaan serta keutuhan NKRI di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Jumat (27/11/2020).
RAFIQ / HUMAS PEMPROV BABEL Gubernur Babel Erzaldi Rosman Babel dalam apel kebangsaan dan deklarasi menjaga kebhinekaan serta keutuhan NKRI di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Babel, Jumat (27/11/2020).

BANGKA, KOMPAS.com - Enam sektor unggulan bakal diperkenalkan dalam Kongres Halal Internasional 2022 di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal demikian disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat mengikuti rapat persiapan kongres secara virtual melalui video conference, Jumat (25/6/2021).

Erzaldi mengatakan, terpilihnya Bangka Belitung sebagai tuan rumah ajang internasional itu harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak demi suksesnya acara.

Adapaun 6 sektor industri halal yang akan diperkenalkan meliputi makanan-minuman (termasuk komoditi pertanian), media halal, fashion muslim, pariwisata-rekreasi halal, farmasi-kosmetik halal, dan bank berbasis syariah.

"Sebagai tuan rumah, Bangka Belitung mempersiapkan diri dengan enam sektor unggulan," kata Erzaldi.

Menurut Erzaldi, momentum kongres bakal digunakan sebaik-baiknya untuk mempromosikan komoditi unggulan khususnya ke pasar ekspor di berbagai negara.

"Kami terus berupaya mengembalikan ekonomi secara cepat dan tepat. Jangan sampai nanti kita tidak melakukan upaya apa-apa, malah daerah kita menjadi lebih buruk karena banyak kesempatan itu sudah diambil orang lain," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 2 Penumpang Positif Covid-19, Lion Air: Bukan Kesengajaan Maskapai

Agar kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan, enam pembahasan sektor tersebut akan dipecah di dua tempat yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. 

Staf Khusus Wakil Presiden RI sekaligus Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim menyarankan agar dalam pelaksanaan kegiatan kongres ini, para peserta mematuhi tiga syarat yaitu diikuti oleh 25 persen dari kapasitas ruangan, sudah divaksin,  serta lolos tes PCR. 

"Semakin kita kreatif semakin kita merasa tertantang dan semakin kita tahu ada peluang di depan, semakin cepat kita meraih kemenangan," ucapnya. 

Lukmanul menuturkan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, bisa menguasai perdagangan dunia.

Selama ini, Indonesia menduduki peringkat satu dalam sertifikasi halal, dan sudah diadopsi di beberapa negara. Namun untuk industri halal, Indonesia berada di nomor 5. 

Oleh karena itu, kementerian dan lembaga termasuk juga pemerintah daerah diharapkan untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk mendorong industri halal Indonesia semakin maju. 

Lukmanul Hakim juga mendorong agar Bangka Belitung memiliki kawasan industri halal seperti 8 daerah yang telah mengajukannya.

Baca juga: Indonesia-China Segera Tinggalkan Dollar AS dalam Transaksi Dagang



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.