Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/07/2021, 16:04 WIB

Berikut rincian HET obat untuk Covid-19 yang ditetapkan pemerintah:

  • Favipiravir 200 mg tablet: Rp 22.500
  • Remdesivir 100 mg injeksi vial: Rp 510.000
  • Seltamivir 75 mg kapsul: Rp 26.000
  • Intravenous Immunoglobulin 50 ml infus: Rp 3.262.300
  • Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml infus: Rp 3.965.000
  • Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml infus: Rp 6.174.900
  • Harga Ivermectin 12 mg tablet: Rp 7.500
  • Tocilizumab 400 mg/20 ml infus vial: Rp 5.710.600
  • Tocilizumab 80 mg/4 ml infus vial: Rp 1.162.200
  • Azithromycin 500 tablet: Rp 1.700
  • Tocilizumab 500 mg infus: Rp 95.400

Penjelasan Indofarma

Sebelumnya, BUMN farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk memastikan harga Ivermectin 12 mg atau botol isi 20 tablet ditetapkan sebesar Rp 123.200 atau setara dengan Rp 6.160 per tabletnya. Harga tersebut pun sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

"Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) termasuk PPN adalah Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet," demikian bunyi keterangan resmi Indofarma.

Baca juga: Indofarma: Harga Eceran Tertinggi Ivermectin Rp 157.700 Per Botol

Manajemen Indofarma menambhakan, distribusi produk Ivermectin dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang ditunjuk oleh perseroan untuk menyalurkan ke fasilitas kefarmasian sesuai dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

"Saat ini produk Ivermectin Perseroan dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc, dan jaringan tersebut akan kami perluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat," sambung keterangan resmi tersebut.

Terkait permasalahan produksi, Indofarma memiliki kapasitas produksi Ivermectin eksisting 4,5 juta tablet/bulan dengan menggunakan satu lini fasilitas produksi.

Guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat, perseroan akan meningkatkan kapasitas menjadi dua kali lipat atau lebih dari kapasitas eksisting.

Baca juga: Begini Cerita Susi Pudjiastuti soal Ivermectin

"Dengan bahan baku yang telah tersedia maupun dalam proses pengiriman dari penyedia bahan baku di negara lain, rencana produksi Perseroan untuk produk Ivermectin pada awal Juli 2021 sampai dengan Agustus 2021 sekitar 13,8 juta tablet," tutup keterangan resmi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan penelusuran Kompas.com di beberapa e-commerce atau marketplace, harga Ivermectin dibanderol jauh di atas harga yang disampaikan Erick Thohir atau sebesar Rp 5.000-Rp 7.000 per tablet.

Di Shopee misalnya, harga per setrip (isi 10 tablet) produk dengan merek dagang Ivermax 12 mg tersebut ada yang dibanderol hingga Rp 530.000. Namun, kebanyakan seller mematok harga Rp 200.000-an hingga Rp 350.000-an.

Baca juga: IDI Dukung Uji Coba Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19

Salah satu toko dengan penjualan Ivermax paling laris di Shopee mamatok harga obat dengan izin edar sebagai obat cacing itu Rp 299.999. Seller tersebut sudah menjual 290 Ivermax.

Sementara itu, di Tokopedia, obat Ivermax dibanderol dengan harga tertinggi Rp 425.000 per setrip. Rata-rata harga penjualan produk Ivermax di Tokopedia mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 350.000 per setrip. Produk dengan harga Rp 250.000 paling laris dibeli dengan total transaksi 305 pembeli.

Adapun di Bukalapak, harga Ivermectin seperti produk Ivermax dijual dengan kisaran harga Rp 260.000 sampai Rp 400.000 per setrip.

Baca juga: Tolak Bayar Utang ke Pemerintah, Pihak Bambang Trihatmodjo Beberkan Kronologinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Whats New
Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Whats New
Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Whats New
Simak Lelang Rumah di Jakarta dan Surabaya, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

Simak Lelang Rumah di Jakarta dan Surabaya, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

Spend Smart
Ramai PBB Kota Solo Naik, Apa Itu Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan?

Ramai PBB Kota Solo Naik, Apa Itu Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan?

Work Smart
Harga Minyak Dunia Turun 5 Persen Dalam Sepekan, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Dunia Turun 5 Persen Dalam Sepekan, Apa Sebabnya?

Whats New
Cara Beli Tiket MRT Online, Bisa Bayar Pakai OVO, GoPay, atau DANA

Cara Beli Tiket MRT Online, Bisa Bayar Pakai OVO, GoPay, atau DANA

Spend Smart
Stabil, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Stabil, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
[POPULER MONEY} KAI Bagi-bagi Hadiah Umrah Gratis | Beli Minyakita Pakai KTP

[POPULER MONEY} KAI Bagi-bagi Hadiah Umrah Gratis | Beli Minyakita Pakai KTP

Whats New
Gaji UMR Sidoarjo 2023, Tertinggi ke-3 se-Jatim

Gaji UMR Sidoarjo 2023, Tertinggi ke-3 se-Jatim

Work Smart
Ekosistem Pembiayaan Komprehensif, Upaya BTN Selesaikan'Backlog' Perumahan

Ekosistem Pembiayaan Komprehensif, Upaya BTN Selesaikan"Backlog" Perumahan

Whats New
Ramai Penipuan Bermodus File APK, Pahami Cara Kerja dan Tips Menghindarinya

Ramai Penipuan Bermodus File APK, Pahami Cara Kerja dan Tips Menghindarinya

Work Smart
Mendag Larang Pedagang Jual Beras Bulog Oplosan

Mendag Larang Pedagang Jual Beras Bulog Oplosan

Whats New
Garuda Buka Opsi Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Garuda Buka Opsi Penggunaan Jilbab Bagi Pramugari

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+