Akuisisi Fertin Pharma Rp 12 Triliun, Philip Morris Terus Kembangkan Produk Bebas Asap

Kompas.com - 08/07/2021, 20:14 WIB
Ilustrasi rokok elektrik. NEWATLASIlustrasi rokok elektrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Philip Morris International Inc selaku perusahaan induk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), mengakuisisi pengembang dan produsen produk farmasi dan kesehatan Fertin Pharma senilai 820 juta dollar AS atau Rp 12 triliun.

Melalui akuisisi Fertin Pharma, Philip Morris akan mendapatkan keahlian substansial dan tenaga ahli (termasuk 80 ilmuwan) untuk pengembangan, formulasi, dan riset produk bebas asap untuk mengakselerasi pertumbuhan di kategori modern oral yang bertumbuh pesat, serta menawarkan pengalaman yang superior bagi konsumen.

Baca juga: Bank Sahabat Sampoerna Catatkan Kenaikan Aset 7,9 Persen

Keahlian penghantaran oral Fertin Pharma akan melengkapi keahlian Philip Morris dalam inhalasi yang kemudian dapat diterapkan untuk digunakan dengan tanaman obat (botanicals) yang terbukti secara ilmiah untuk perawatan diri dan solusi meningkatkan kualitas hidup termasuk pada aspek tidur, energi, dan fokus.

“Akuisisi Fertin Pharma akan menjadi langkah besar menuju tercapainya masa depan bebas asap. Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio produk bebas asap kami, khususnya di kategori modern oral, dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin,” kata Jacek Olczak, Chief Executive Officer Philip Morris dalam siaran pers, Kamis (8/7/2021).

Menurut Olczak, akuisisi Fertin Pharma akan mempercepat tercapainya masa depan bebas asap, memperluas jangkauan dan akses alternatif bebas asap bagi perokok dewasa di seluruh dunia, mempercepat akhir dari produk rokok, serta membangun usaha di luar nikotin yang kuat.

“Saya sangat gembira atas tercapainya kesepakatan ini yang akan memperkaya kemampuan kami serta mendukung tujuan kami pada 2025 untuk meraih lebih dari 50 persen pendapatan kami dari produk bebas asap dan setidaknya 1 miliar dollar AS dari produk di luar nikotin,” tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peter Halling, Chief Executive Officer Fertin Pharma, mengatakan, dengan kepemilikan baru, Fertin Pharma akan berada di posisi yang baik untuk terus menjalankan visi dan misi perusahaan.

Baca juga: Bank Sahabat Sampoerna Siapkan Modal Inti Rp 3 Triliun di Tahun 2022

Termasuk meneruskan peran mereka sebagai perusahaan pengembang dan manufaktur berbasis kontrak.

“Philip Morris kini melalui transformasi yang sungguh menginspirasi dengan ambisi menciptakan masa depan bebas asap dan membangun portofolio produk di luar nikotin,” ujar Halling.

Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis menambahkan, selain optimisme dalam tercapainya masa depan bebas asap, akuisisi Fertin Pharma juga diharapkan dapat memberikan lebih banyak alternatif yang terbukti secara ilmiah lebih rendah risiko bagi perokok dewasa.

“Besar harapan kami di Sampoerna untuk dapat memperkenalkan produk bebas asap ke pasar di Indonesia,” tegas Mindaugas.

Philip Morris akan mendanai transaksi secara tunai dengan target menutup transaksi pada kuartal keempat 2021, sesuai dengan persetujuan dari otoritas setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.