Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Kompas.com - 24/07/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi Utang , liabilitas adalah, apa itu liabilitas, pengertian liabilitas, arti liabilitas Dok. HaloMoney.co.idIlustrasi Utang , liabilitas adalah, apa itu liabilitas, pengertian liabilitas, arti liabilitas

JAKARTA, KOMPAS.com - Liabilitas adalah istilah lain untuk kewajiban. Arti liabilitas juga biasa dikaitkan dengan utang. Lalu apa itu liabilitas (pengertian liabilitas)?

Dikutip dari Investopedia, liabilitas adalah suatu kewajiban yang dimiliki seseorang atau perusahaan yang harus dibayar berdasarkan periode tertentu, biasanya didasarkan atas nilai uang.

Namun selain uang, liabilitas bisa berupa kewajiban dalam bentuk jasa, barang, atau manfaat ekonomi lainnya. Dalam pencatatan neraca, liabilitas akan dicatat di sebelah kanan atau berlawanan dengan aset.

Dalam persamaan akuntansi kemudian disingkat ALE yang terdiri dari aset, liabilitas, dan ekuitas. Rumusnya, aset = utang + modal.

Baca juga: Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Beberapa contoh liabilitas adalah utang, pinjaman, hipotek, pendapatan yang ditangguhkan, obligasi, jaminan, dan beban lain yang masih harus dibayar.

Sederhananya, arti liabilitas adalah kewajiban dari satu pihak dengan pihak lain yang belum diselesaikan atau belum dibayarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pencatatan akuntansi, pengertian liabilitas sendiri bermakna cukup luas, tak hanya soal utang atau pinjaman. Namun juga bisa berasal dari transaksi, peristiwa bisnis, pertukaran aset, atau apa pun bentuknya yang bisa memberikan manfaat ekonomi di kemudian hari.

Contoh liabilitas adalah pembayaran pajak dan beban gaji. Dalam pembukuan akuntansi, beban gaji karyawan akan dimasukan sebagai liabilitas, karena gaji karyawan merupakan kewajiban perusahaan yang akan dibayarkan pada waktunya.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Margin dalam Bisnis dan Cara Menghitungnya

Demikian pula dengan pembayaran pajak, yang meskipun pembayaran tidak dilakukan saat itu juga, namun akan kewajiban perusahaan di kemudian hari. Sehingga perusahaan mencatat terlebih dahulu beban pajak sebagai liabilitas.

Secara umum, pengertian liabilitas dibagi menjadi dua, yakni liabilitas jangka pendek atau kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu maksimal 12 bulan.

Selanjutnya liabilitas jangan panjang yakni arti liabilitas yang kewajibannya harus dibayarkan dalam periode lebih dari 12 bulan.

Baca juga: Apa itu Endorse dalam Strategi Pemasaran?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.