Kompas.com - 29/07/2021, 19:44 WIB
Jalan Tol Jasa Marga Jasa Marga Jalan Tol Jasa Marga

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) merampungkan instalasi teknologi Weight in Motion (WIM) dan overdimension detection pada akhir 2022.

WIM dan overdimension detection merupakan teknologi pengawasan untuk kendaraan bermuatan lebih (overload) dan berdimensi lebih (overdimension).

Basuki mengatakan, pemerintah akan melarang kendaraan yang overdimension, overload atau kendaraan ODOL beroperasi di jalan tol mulai 2023.

"Sehingga 1 Januari 2023, sudah mulai ada penindakan pelanggar ODOL. Teknologi ini akan terkoneksi dengan sistem penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dioperasikan oleh Korlantas Polri," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Berapa Besar Kebutuhan Listrik pada 2060? Ini Kata PLN

Saat ini, Basuki mendorong agar pengelola jalan tol meningkatkan tata kelola sistem layanan jalan tol selama masa pandemi Covid-19, termasuk memanfaatkan teknologi menuju modernisasi sistem operasi jalan tol (Intelligent Tollroad System).

Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya ruas tol yang beroperasi, tantangan yang muncul adalah manajemen lalu lintas jalan tol yang semakin kompleks. Oleh karena itu kata dia, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja operasi jalan tol menjadi kebutuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tantangan manajemen lalu lintas jalan tol tidak hanya untuk kebutuhan mengelola 1,3 miliar transaksi di tahun 2020 dengan nilai Rp 22 triliun, tetapi juga termasuk tata kelola pengoperasian lalu lintasnya untuk menekan atau mengurangi fatalitas kecelakaan yang ada. Inilah yang menjadi bagian penting dari the Intelligent Tollroad System yang merupakan bagian dari Intelligent Transportation System," ujarnya.

Basuki menilai, Intelligent Toll Road System atau Tollroad 4.0 akan menjadi fitur pengoperasian jalan tol di masa depan. Sistem tersebut akan diawali dengan implementasi sistem transaksi nirsentuh dan teknologi pemantauan kendaraan berat.

Dalam mendorong modernisasi layanan jalan tol, Kementerian PUPR tidak akan berhenti pada implementasi sistem transaksi nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

Baca juga: Ini Nilai Ambang Batas Tes SKD Untuk Lolos ke Tahap Selanjutnya



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.