Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Kompas.com - 30/07/2021, 20:00 WIB
Para PNS DKI mengantre di Bank DKI di hari terakhir mereka kerja sebelum cuti lebaran, Jumat (8/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARPara PNS DKI mengantre di Bank DKI di hari terakhir mereka kerja sebelum cuti lebaran, Jumat (8/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank DKI membukukan laba bersih sebesar Rp 394 miliar pada semester I-2021, tumbuh 40,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 279 miliar.

Pertumbuhan tersebut didorong dari peningkatan kredit serta perbaikan struktur Dana Pihak Ketiga (DPK).

Direktur Keuangan sekaligus Plt. Direktur Utama Bank DKI Romy Wijayanto menjelaskan, DPK perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 26,9 persen dari periode Juni 2020 sebesar Rp 35,4 triliun menjadi sebesar Rp 44,9 triliun per Juni 2021.

Baca juga: Semester I, Pendapatan Astra Naik 19,6 Persen

Peningkatan DPK didorong dari pertumbuhan dana murah, baik giro dan tabungan, dimana giro tumbuh 59,8 persen menjadi Rp 11,1 triliun per dan tabungan tumbuh 10,9 persen menjadi Rp 9,7 triliun.

Dengan pertumbuhan tersebut, rasio dana murah atau CASA juga terdongkrak dari sebelumnya 44,2 persen menjadi 46,2 persen per Juni 2021. 

"Ke depan, Bank DKI akan terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan dana murah, khususnya dengan pemanfaatan nasabah melalui mobile banking Bank DKI JakOne Mobile di saat pandemi," tutur Romy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 27 persen serta fee-based income meningkat 26,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk penyaluran kredit, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,8 persen menjadi Rp36,1 triliun.

Baca juga: Semester I 2021, Laba Bersih Bank Mandiri Taspen Melonjak 48,8 Persen

“Tantangan utama bagi perbankan saat ini adalah penyaluran kredit kepada sektor riil,” kata Romy.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut didukung dengan perbaikan kualitas aset Bank DKI yang ditandai dengan penurunan rasio NPL, tercatat 3,03 persen pada periode Juni 2021 atau mengalami perbaikan dibanding periode Juni 2020 sebesar 3,54 persen.

“Sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang baik,” ucap Romy.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.