Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Wamenkeu: Gerak Ekonomi dan Pandemi Seimbang

Kompas.com - 06/08/2021, 16:16 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 yang sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy), menunjukkan keseimbangan antara gerak ekonomi masyarakat dan gerak pandemi Covid-19.

"Ini adalah sebab gerak ekonomi masyarakat yang imbang dengan penularan Covid-19. Imbang ini artinya kami memang cari terus keseimbangan yang paling pas," kata dia dalam acara diskusi Himbara: Indonesia Bangkit, Jumat (6/8/2021).

Ia menjelaskan, pemerintah melihat optimisme pemulihan ekonomi pada awal tahun, seiring dengan mampunya kasus Covid-19 diturunkan pada Januari 2021. Setelahnya, ketika kasus menurun, gerak ekonomi pun terlihat di sepanjang Februari-Juni 2021.

Baca juga: Yenny Wahid: Industri Syariah Indonesia Masih Bisa Ditingkatkan

Pada kuartal I-2021, memang pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi yakni -0,74 persen, namun pada kuartal II-2021 mampu bergerak ke angka pertumbuhan yang positif dengan melonjak menjadi 7,07 persen.

"Minus di kuartal I itu agak sedikit di bawah nol, dan di kuartal II kami meyakini bahwa akan jadi positif, dan hasilnya kemarin positif," kata Sua.

Suahasil mengatakan, pemulihan ekonomi yang terjadi di kuartal II-2021 terlihat dari komponen-komponen penopangnya, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, hingga ekspor-impor yang tercatat tumbuh positif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini berbeda dengan kuartal I-2021 yang pertumbuhan komponennya minus, terkecuali belanja pemerintah yang tumbuh positif. Ia bilang, dalam kondisi ekonomi yang tertekan memang instrumen fiskal akan menjadi penopangnya.

"Jadi inilah hakekat pemulihan, artinya pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar andalkan pemerintah tapi mengandalkan pula dunia usaha dan masyarakat," ucap dia.

Baca juga: Selamat Tinggal Resesi, Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 Tumbuh 7,07 Persen

Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk bisa menjaga perekonomian nasional, pemerintah terus berupaya mencari keseimbangan yang tepat antara ekonomi dan pandemi.

Saat ini, seiring dengan masuknya virus corona varian delta dengan tingkat penularan yang tinggi, maka pemerintah memutuskan untuk melakukan pembatasan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian BUMN juga terus mendorong peran perusahaan pelat merah, khususnya di sektor kesehatan, untuk bisa bahu-membahu bersama pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

"Ini kami jaga supaya antara penularan Covid-19 dan gerak ekonomi masyarkat bisa seimbang, striking in the right balance. Ini yang selalu diupayakan oleh pemerintah melalui salah satu instrumennya yang tentu adalah fiskal dan oleh teman-teman di BUMN," pungkas Sua.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi dari Jepang dan Korsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.