Menteri Keuangan Juga Manusia

Kompas.com - 19/08/2021, 11:30 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINMenteri Keuangan, Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menilai krisis ekonomi sebagai akibat pandemi Covid19 adalah tantangan terbesar karena belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dikatannya pada wawancara mengenai refleksi penanganan Covid-19 di Jakarta.

Ketika mulai terdengar mengenai penyebaran Covid-19, beliau sempat mempelajari krisis akibat Flu Spanyol di tahun 1918, namun saat itu mobilitas dan pergerakan manusia belum sehebat sekarang.

Untuk lebih mendalaminmya, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat bertanya pada kakak-kakaknya yang dokter mengenai penyakit berjenis flu ini. Saat di awal bulan Maret 2020 Sri Mulyani merasa bahwa pandemi itu semakin dekat dengan Indonesia.

Apalagi pada bulan Maret 2020 salah satu anggota kabinet yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diumumkan telah terpapar Covid-19. Lalu beliau juga merasakan sendiri ketika ada pegawai Kementerian Keuangan yang meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Sri Mulyani: Menjelaskan 4 Level PPKM ke Masyarakat Tidak Mudah

Kita tak pernah tahu siapa dan bagaimana bisa terkena Covid-19, seolah-olah secara bersamaan Tuhan sedang menurunkan malaikat pencabut nyawa ke dunia dalam jumlah yang sangat banyak. Semua orang merasa takut termasuk seorang Sri Mulyani.

Walaupun ada perasaan khawatir dari keadaan yang semakin mencekam, namun justru dari sanalah timbulnya sense of crisis dari seorang Sri Mulyani. Sebagai pejabat publik boleh bersedih, namun tidak boleh larut dalam kesedihan. Saat kita bersedih atau takut tetap harus berpikir apa arti dan dampak dari semua ini kepada masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itulah yang disebut oleh Menteri Keuangan sebagai public responsibility karena kita adalah pejabat publik. Sebagai contoh, setelah pada pertengahan Maret 2020 Menteri Perhubungan diumumkan terpapar Covid-19, Menteri Keuangan yang dua hari sebelumnya duduk berdekatan dalam sidang kabinet segera melakukan test Covid-19 dan sekaligus meminta seluruh jajaran pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan untuk melakukan test yang sama.

Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 karena sehari setelah sidang kabinet, Meenteri Keuangan mengadakan rapat pimpinan yang dihadiri oleh Wakil Menteri keuangan serta seluruh jajaran pimpinan Kementerian Keuangan.

Contoh lainnya adalah ketika 15 Maret 2020 melalui akun media sosialnya Menteri Keuangan menjelaskan kondisi tubuhnya yang sehat dan tetap dapat melaksanakan tugas sebagai Menteri. Hal ini untuk menjawab spekulasi kabar yang beredar bahwa Menteri Keuangan terkena Covid-19 karena saat melakukan pelantikan pejabat Kementerian Keuangan di tanggal 13 Maret 2020 terlihat batuk dan saat itu tidak menggunakan masker.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Pandemi Bakal Jadi Endemi Tahun Depan, Vaksinasi Harus Digenjot

Sementara itu pada akhir pekan 14-15 Maret 2020, beliau juga tetap bekerja melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kementerian Keuangan untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid-19).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.