BPS: Sumbang Inflasi, Permintaan Minyak Goreng sampai Ikan Segar Meningkat

Kompas.com - 01/09/2021, 12:47 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menjelaskan komponen penyebab inflasi pada bulan Agustus 2021, Rabu (1/2021) Dok. Badan Pusat StatistikDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto menjelaskan komponen penyebab inflasi pada bulan Agustus 2021, Rabu (1/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan permintaan pada beberapa komoditas di bulan Agustus 2021.

Peningkatan permintaan ini sedikit banyak berpengaruh pada tingkat inflasi bulan Agustus 2021 sebesar 0,03 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Komoditas yang meningkat dan menyumbang inflasi adalah tomat, ikan segar, minyak goreng, dan pepaya.

Baca juga: Uang Sekolah Kerek Inflasi 0,03 Persen di Bulan Agustus

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, peningkatan beberapa komoditas dipengaruhi oleh membaiknya mobilitas penduduk.

"Kenaikan harga di bulan agustus terjadi pada komoditas makanan, minyak goreng, tomat, ikan segar, dan pepaya. Masyarakat sudah mulai sadar terkait dengan makanan sehat, yaitu jadi peningkatan terhadap komoditas tersebut di bulan agustus," kata Setianto dalam konferensi pers rilis Inflasi Bulan Agustus, Rabu (1/9/2021).

Namun, secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu dari dua kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen pada bulan Agustus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di kelompok ini terjadi penurunan indeks dari 109,41 pada Juli menjadi 109,06 bulan ini.

Dari 4 sub-kelompok, terdapat 1 kelompok mengalami deflasi dan 3 lainnya inflasi.

Baca juga: Skema Subsidi Elpiji dan Listrik Diganti, Sri Mulyani: Picu Peningkatan Inflasi

Sub kelompok makanan mengalami deflasi -0,48 persen, sedangkan sub kelompok minuman tidak beralkohol mengalami inflasi 0,19 persen, minuman beralkohol mencapai 0,35 persen, dan sub kelompok rokok dan tembakau 0,39 persen.

"Deflasi terjadi untuk komoditas cabai rawit 0,05 persen; daging ayam ras cabai merah masing-masing andilnya 0,04 persen; dan bayam, buncis, kacang panjang, sawi hijau, mencapai 0,01 persen," ucap Setianto.

Bulan ini, beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil kepada inflasi, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,01 persen; dan kelompok kesehatan 0,01 persen.

Lalu, kelompok pendidikan 0,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,01 persen.

Baca juga: BI Prediksi Terjadi Inflasi 0,01 Persen pada Agustus 2021

"Memang ada komoditas yang meningkat yaitu, minyak goreng, ikan segar, dan tomat. Tapi kita tidak bisa secara spesifik menyebut komoditas apa saja yang meningkat terkait dengan PPKM diperlonggar," pungkas Setianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.