Karsino Miarso
Praktisi dan konsultan pajak

Pernah meniti karier di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Sekarang bernaung di MUC Consulting sebagai Tax Partner sekaligus Director MUC Tax Research Institute.

Menyoal Perluasan Basis Pajak: Penurunan Treshold PPN vs PPh Final UMKM

Kompas.com - 08/09/2021, 11:26 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Bank dunia menilai tingginya batasan omzet tersebut merupakan salah satu penghambat perluasan basis pajak dan mempersempit ruang pemajakan di Indonesia.

Pandangan tersebut cukup masuk akal, terlebih di tengah upaya pemerintah menggali potensi penerimaan dari sektor-sektor ekonomi yang selama ini belum terjamah sistem perpajakan (underground economy).

Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, misalnya Uni Eropa yang sejak juli 2021 mematok threshold PPN 10.000 euro—setara sekitar Rp 170 juta menggunakan kurs hari ini—, angka Rp 4,8 miliar itu dinilai terlalu tinggi.

Baca juga: Naskah Lengkap Pidato Presiden Joko Widodo tentang RAPBN 2022 dan Nota Keuangannya

Namun, ada dilema apabila pemangkasan treshold dilakukan begitu saja, terutama ketika membahas geliat UMKM di Indonesia.

Keadilan pajak UMKM

Salah satu sektor ekonomi yang tengah naik daun dan jadi sasaran pemajakan adalah industri digital. Hal itu ditandai dengan semakin maraknya transaksi jual-beli secara elektronik—dikenal luas dengan istilah jualan online—, yang kebanyakan pelakunya adalah UMKM.

Meskipun terlihat rapuh, UMKM merupakan sektor usaha penyumbang terbesar PDB nasional (lebih dari 60 persen) dan menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia ketika krisis. Tentu ini menggiurkan juga menjadi sasaran perluasan pajak.

Namun, seperti kita tahu, UMKM ibarat bayi yang sedang belajar bertumbuh-kembang. Dia dapat melaju pesat atau sebaliknya berisiko terjatuh dan terjerembab jika tidak ada yang menyokong dan mendampingi.

Baca juga: Jualan Online Kena Pajak?

Karenanya, dukungan diperlukan untuk membantu tumbuh-kembang UMKM nasional—bukan perusahaan rintisan (start-up) global.

Selama ini pengusaha beromzet Rp 4,8 miliar setahun langsung dikenakan PPh final 0,5 persen dari peredaran usaha, meskipun laba usahanya bisa jadi masih di bawah penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Padahal, kalau kita bicara threshold atau omzet di bawah Rp 4,8 miliar sejatinya lebih menyasar pada pembayar pajak orang pribadi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Whats New
Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Whats New
Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Whats New
Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Libur Sekolah, Pengguna KRL saat Akhir Pekan Meningkat

Rilis
Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Waspada, Beredar Aplikasi MyPertamina Palsu, Ini Cara Membedakannya

Whats New
Mengenal Urutan Pangkat Polisi Indonesia, dari Perwira hingga Tamtama

Mengenal Urutan Pangkat Polisi Indonesia, dari Perwira hingga Tamtama

Whats New
Anjloknya Bitcoin Secara Analisis Teknikal Dinilai Masih Wajar

Anjloknya Bitcoin Secara Analisis Teknikal Dinilai Masih Wajar

Earn Smart
Kemenkominfo: Perhumas Mitra Strategis Perluas Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Kemenkominfo: Perhumas Mitra Strategis Perluas Kepemimpinan Indonesia di Kancah Global

Rilis
Cara Cek Tagihan Listrik lewat PLN Mobile, Mudah dan Praktis

Cara Cek Tagihan Listrik lewat PLN Mobile, Mudah dan Praktis

Whats New
BSI Buka Kantor di Dubai, Dirut: Upaya Wujudkan Masuk 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

BSI Buka Kantor di Dubai, Dirut: Upaya Wujudkan Masuk 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.