2 Kali Jadi Presiden, Jokowi Janjikan Swasembada Jagung, Realisasinya?

Kompas.com - 16/09/2021, 06:15 WIB
Video Janji Jokowi yang diunggah di youtube. Gambar layar diambil pada Jumat (7/3/2014) pagi. YouTube.comVideo Janji Jokowi yang diunggah di youtube. Gambar layar diambil pada Jumat (7/3/2014) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, viral seorang peternak yang tampak diamankan aparat dari Polresta Blitar. Ia digiring ke mobil polisi setelah membentangkan poster permintaan tolong ke Presiden Jokowi yang berkunjung ke Blitar, Jawa Timur. 

Isi pesan yang disampaikan peternak adalah sulitnya mendapatkan jagung untuk kebutuhan bahan baku pakan ayam petelur.

Jagung diketahui sulit didapat sejak beberapa bulan terakhir. Kalau pun ada, harganya pun mahal. Harga normal jagung adalah kisaran Rp 4.000-4.500 per kg, sementara saat ini bisa mencapai Rp 6.000/kg, bahkan lebih mahal di beberapa daerah.

Hal ini membuat banyak peternak di sentra-sentra produsen telur ayam merugi. Belakangan, sang peternak yang membentangkan poster diundang ke Istana Negara bersama dengan perwakilan peternak ayam lainnya.

Baca juga: Mengingat Lagi Janji Jokowi Tolak Impor Beras Saat Pilpres

Undangan tersebut guna membicarakan terkait persoalan anjloknya harga telur ayam dan naiknya harga jagung yang menjadi pakan.

Janji Jokowi di 2014

Menilik ke belakang, jagung sendiri sebenarnya merupakan satu dari tiga komoditas utama yang produksinya bisa swasembada selain padi dan kedelai. Bahkan menurut Jokowi, swasembada cukup dengan waktu 3 tahun sejak awal periode pemerintahan pertamanya di tahun 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah periode Jokowi-JK telah menargetkan Indonesia bisa swasembada pangan khususnya untuk 3 jenis produk pertanian meliputi padi, jagung, dan kedelai (pajale) dalam 3 tahun. Dari ketiga makanan pokok tersebut, swasembada kedelai adalah yang tersulit dari sisi besarnya ketergantungan impor. Sehingga jagung dan beras bisa diprioritaskan lebih dulu. 

Mengutip pemberitaan Kompas.com, 9 Desember 2014, Presiden Jokowi bahkan mengklaim tak segan-segan memecat Menteri Pertanian jika target tersebut tak bisa direalisasikan.

Baca juga: Apa Kabar Janji Jokowi Turunkan Harga Daging Sapi Jadi Rp 80.000 Per Kg?

"Saya sudah beri target Menteri Pertanian tiga tahun, tidak boleh lebih. Hati-hati, tiga tahun belum swasembada, saya ganti menterinya," kata Presiden Jokowi kala itu.

Saat target tersebut dicanangkan, Menteri Pertanian adalah Amran Sulaiman. Kini estafet posisi Menteri Pertanian dijabat oleh Syahrul Yasin Limpo. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.