Banggar DPR Usulkan 40 Persen DAK Fisik Dialokasikan untuk Anggaran Ketahanan Pangan

Kompas.com - 20/09/2021, 14:35 WIB
Suasana di ruang rapat Badan Anggaran DPR RI, Senin (23/7/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana di ruang rapat Badan Anggaran DPR RI, Senin (23/7/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan 40 persen Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dalam transfer daerah dan dana desa (TKDD) dialokasikan untuk ketahanan pangan pada tahun 2022.

Ketua Banggar Said Abdullah meminta pemerintah untuk mengubah komposisi belanja TKDD pada tahun 2022 dengan metode transfer berbasis kontrak ini. Hal itu dinilai bisa membuat dana TKDD tidak lagi tersedot jadi biaya rutin dan bisa meminimalkan dana menganggur (idle cash) di perbankan.

"TKDD khususnya DAK fisik 40 persen untuk ketahanan pangan. Jadi enggak perlu ditawar- tawar lagi. Kita ingin sesungguhnya berbicara ketahanan pangan, ketahanan panganan terus kita lakukan agar swasembada pangan nantinya," kata Said dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar), Senin (20/9/2021).

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Dorong Legalisasi Aset di Pulau Terluar RI

Said menuturkan, pemerintah harus mulai melakukan langkah afirmatif lantaran pertanian mampu menjadi lokomotif pertumbuhan. Jika tidak dimulai pada anggaran tahun 2022, target ketahanan pangan Indonesia akan lebih lama terwujud.

Dia pun merasa heran, Indonesia sebagai negara agraris masih harus mengimpor ragam pangan dari luar negeri, seperti beras hingga daging. Siad mengatakan, jika anggaran ketahanan pangan dikawal lebih baik, Indonesia bisa swasembada pangan.

"Sudah waktunya pemerintah pusat memberi warning ke daerah bahwa yang diperlukan itu sebenarnya perut rakyat. Kita jangan pernah abai itu. Masa iya negara seluas ini masih impor beras, impor daging, enggak lucu juga kali, Pak. Seharusnya kita sudah berdaulat dari sisi pangan," ucap Said.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) masih banyak mengusulkan pembangunan jalan ketimbang pembangunan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, sawah, hingga pengadaan pupuk.

Baca juga: Apakah BLT UMKM Akan Dilanjutkan pada 2022? Ini Jawaban Kemenkop UKM

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.