Meski Ada PPKM, BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2021 Capai 5 Persen

Kompas.com - 22/09/2021, 06:25 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta. Dokumentasi Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2021 masih berada di zona positif, meski pun akitivitas masyarakat sempat turun signifikan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat ataupun level 4 dan level 3.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui, penerapan PPKM sempat menghambat tren pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, perekonomian pada kuartal III-2021 diprediksi masih akan tumbuh di kisaran 5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 kami perkirakan bisa berada di kisaran 5 persen,” kata dia, dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/9/2021).

Baca juga: Asosiasi Travel Minta Kebijakan Karantina Jemaah Umrah Dihapus

Walaupun sempat memperlambat laju pemulihan ekonomi nasional akibat menurunnya aktivitas masyarakat, PPKM dinilai telah mampu meredam penyebaran Covid-19.

Dengan mulai menurunnya angka penyebaran Covid-19, pemerintah pun dapat merelaksasi aturan-aturan PPKM, yang pada akhirnya mendongkrak kembali perekonomian RI.

“Hal tersebut tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, yang kembali meningkat," tutur Perry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun dari sisi eksternal, kinerja ekspor RI juga masih melanjutkan tren positif hingga Agustus 2021.

Mengacu kepada indikator-indilator tersebut dan dibarengi dengan akselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Perry meyakini pertumbuhan ekonomi nasional akan berada di zona positif hingga akhir tahun 2021.

“Pertumbuhan ekonomi 2021 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 3,5 persen hingga 4,3 persen,” ucap Perry.

Baca juga: BLT UMKM Bakal Dilanjutkan pada 2022? Ini Jawaban Kemenkeu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.