Luhut: Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia di Bawah India dan Malaysia

Kompas.com - 14/10/2021, 14:21 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menilai, pasar modal Indonesia masih kalah dari Malaysia dan India.

Hal ini disampaikan Luhut dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021 (CMSE 2021) Sinergi Pasar Modal Bagi Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (14/10/2021).

“Saat ini tingkat kedalaman pasar keuangan Indonesia relatif masih lebih rendah dibandingkan kawasan emerging market lainnya. Data dunia menunjukkan kapitalisasi pasar modal Indonesia tahun 2020 baru sebesar 47 persen dari PDB, di bawah India yang 99 persen dan Malaysia 130 persen,” kata Luhut.

Baca juga: Luhut: Penanganan Covid-19 di RI Dipuji Dunia, Awalnya Dilecehkan Bangsa Sendiri

Luhut bilang, untuk mengejar ketinggalan, pasar modal Indonesia perlu mengupayakan inisiatif dan akselerasi pengembangan pasar keuangan.

Hal itu dinilai perlu karena peran pasar modal Indonesia sangat vital dalam mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

“Saya ingin fokus pada peran adaptasi di pasar modal dalam menghadapi tantangan. Pasar modal memiliki peran yang sangat vital dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir, utamanya fungsi pasar modal adalah sebagai penyedia dana untuk pembangunan,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Luhut mengapresiasi upaya yang dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini. Terutama saat pandemi Covid-19 mulai melanda tanah air, karena banyak perusahaan berlomba untuk melakukan pencatatan di BEI.

“Dalam beberapa tahun terakhir, upaya yang telah dilakukan menunjukkan capaian yang patut dibanggakan terutama di tengah tantangan Covid-19. Dari awal tahun hingga 8 Oktober 2021, jumlah pencatatan baru saham atau new listing mencapai 38 perusahaan, dan yang antre saat ini ada 25 perusahaan,” kata Luhut.

Baca juga: Pelindo Resmi Merger, Jokowi: Saya Sudah Tunggu-tunggu sejak 7 Tahun Lalu

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.