Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.000 Per Dollar AS, IHSG Awal Sesi Tersendat

Kompas.com - 19/10/2021, 09:27 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (20/10/2021). Berbeda dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.645,93 atau turun 12,83 poin (0,19 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.656,76.

Sebanyak 208 saham melaju di zona hijau dan 178 saham di zona merah. Sedangkan 197 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,26 triliun dengan volume 2,49 miliar saham.

Baca juga: IHSG Hari Ini Siap Uji All Time High? Simak Rekomendasi Sahamnya

Pagi ini bursa saham asia hijau dengan kenaikan Shanghai Komposit 0,3 persen, Strait Times 0,7 persen, Nikkei 0,5 persen, dan Hang Seng Hong Kong 0,9 persen.

Wall Street pagi ini ditutup mayoritas hijau dengan kenaikan indeks S&P 500 sebesar 0,34 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq 0,84 persen. Sementara indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,1 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal tren bullish masih cukup kuat, sementara candlestick membentuk higher high dan higher low menguji resistance all-time high.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“IHSG diprediksi menguat. Rentang penguatan cukup terbatas jelang libur di tengah pekan. Investor juga akan cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga 7 Days Repo Rate dari Bank Indonesia,” kata Dennies dalam rekomendasinya

Baca juga: Gaji Masih UMR, Apa Bisa Investasi Saham?

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.02 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.068 per dollar AS, atau atau menguat 30 poin (0,21 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.110 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena sentimen positif yang terlihat kembali masuk ke aset berisiko. Penguatan rupiah juga ditopang dari laporan pendapatan perusahaan yang membaik di tengah pandemi.

"Rupiah menguat hari ini seiring dengan penguatan indeks saham Asia pagi ini. Dari dalam negri, situasi ekonomi yang semakin baik dan surplus neraca perdagangan yang relatif besar, juga menopang penguatan rupiah," ujar Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.050 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.110 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Intip Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Simak Saham-saham yang Bisa Dicermati

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.