Pemerintah Diminta Buka "Call Center" Khusus Aduan Pinjol Ilegal

Kompas.com - 20/10/2021, 16:27 WIB
Ilustrasi pinjaman online, perempuan rentang terjerat pinjol. Shutterstock/MelimeyIlustrasi pinjaman online, perempuan rentang terjerat pinjol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka memberantas pinjaman online atau pinjol ilegal, pemerintah meminta masyarakat yang menjadi nasabah praktik itu untuk tidak lagi membayar cicilan pokok beserta bunganya.

Pasalnya, praktik pinjol ilegal yang tidak terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keberadaannya tidak sah di mata hukum, sehingga masyarakat yang menjadi nasabah tidak perlu mengembalikan dana yang dipinjamnya.

Merespons hal tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kepada pemerintah untuk membentuk sebuah pusat pengaduan atau call center khusus pinjol ilegal.

Baca juga: Mahfud MD: Nasabah Pinjol Ilegal Tidak Usah Bayar Cicilan Lagi meski Ditagih

Pasalnya, praktik penagihan merugikan masyarakat yang dilakukan pinjol ilegal berpotensi meningkat secara signifikan dengan adanya imbauan tidak membayar pinjaman.

"Pemerintah perlu membuka seluas-luasnya pengaduan masyarakat, terkait pinjol ilegal. Kalau misal ada ancaman lapor polisi," ujar Anggota Tim Pengaduan YLKI Rio Priyambodo kepada Kompas.com, Rabu (20/10/2021).

"Bagaimana ini dibuat suatu hotline khusus, pengaduan yang memang bisa ditangani secara cepat," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk melengkapi layanan tersebut, Rio menilai, pemerintah perlu membuat satuan khusus pemberantasan pinjol ilegal, yang terdiri dari berbagai pihak terkait.

"Bisa kepolisian, ada kejaksaan, ada PPATK, ada OJK dan lembaga lain terkait," kata Rio.

Menurutnya, upaya pemblokiran secara masif yang dilakukan pemerintah tidak akan mampu memberantas pinjol ilegal secara tuntas.

Sebab, pinjol ilegal dapat terus bermunculan, selama induk perusahaan sebagai pendana masih beroperasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.