Menteri Investasi: Kami Anggap Pandemi Sebagai Peluang di Tengah Tantangan

Kompas.com - 22/10/2021, 05:21 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021) KOMPAS.COM/Tangkapan LayarMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, investasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa transformasi ekonomi harus didorong untuk mengarah pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

Indonesia tidak boleh dikenal dunia sebagai pengimpor bahan baku mentah.

Baca juga: Luhut Rayu Pejabat AS hingga Apple untuk Investasi ke RI

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam diskusi webinar yang digelar oleh Ikatan Alumni Harvard di Indonesia (HCI) secara virtual, Kamis (21/10/2021).

"Saya berpendapat bahwa dalam proses menggiring ke sana, penting melakukan investasi berkelanjutan, salah satu di antaranya kegiatan investasi yang berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis.

Bahlil menuturkan, pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran penting bagi seluruh golongan masyarakat di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain tantangan dan pelajaran berharga, pandemi ini juga membuka begitu banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami, di Kementerian Investasi, menganggap pandemi ini sebagai peluang di tengah tantangan," kata Bahlil.

Baca juga: Simak Tiga Strategi Investasi Jelang Akhir Tahun

"Kenapa saya katakan sebagai peluang, yang pertama kita melakukan reformasi terhadap regulasi kita yang tumpang tindih," imbuh dia.

Selain itu, imbuh Bahlil, pandemi memberi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan konsolidasi domestik. Di awal pandemi menggoyang ekonomi global pada 2020, investasi asing ke Indonesia turun signifikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.