Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 25/10/2021, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Prakerja adalah program pemerintah yang tak cuma dihadirkan untuk peningkatan kompetensi, tapi juga membantu para peserta menjadi wirausahawan. Tujuannya tentu saja menekan angka pengangguran.

Dalam survei yang dilalukan Centre of Strategic and International Studies (CSIS), dari 2.000 penerima program di penjuru Indonesia yang menjadi responden, 42,4 persen di antaranya mengaku menggunakan insentif Kartu Prakerja untuk modal usaha.

Angka itu pun dapat diurai kembali. Dari 42,2 persen, hampir setengahnya (47,7 persen) menggunakan insentif Kartu Prakerja untuk membeli barang dan menjualnya kembali.

Baca juga: Hampir Berjalan 2 Tahun, Bagaimana Pencapaian Kartu Prakerja?

Sebanyak 29,2 persen lainnya membeli bahan untuk produksi. Contohnya, membeli tepung untuk membuat roti yang akan dijual.

Sebanyak 10,1 persen menggunakan insentif untuk membeli alat produksi; 7,2 persen untuk menambah jenis produk/jasa; 5,1 persen membayar biaya operasional usaha yang sudah berjalan dan 0,7 persen membayar sewa untuk usaha.

Tak cuma dari CSIS, temuan lain juga didapat oleh Cyrus Network dalam survei yang dilakukan pada 1 hingga 5 Mei 2021.

Cyrus melakukan survei terhadap penerima program Kartu Prakerja dari gelombang 1 hingga gekombang 11, yang diambil sampel secara acak sebanyak 2.000 responden menggunakan metode simple random sampling.

Status responden sebelum mengikuti program pelatihan Kartu Prakerja, yakni 56 persen belum bekerja, 31,4 persen bekerja, dan 12,6 persen berwirausaha.

Setelah mengikuti program pelatihan, jumlah yang belum bekerja turun menjadi 39,85 persen, yang bekerja naik menjadi 34,6 persen, dan yang berwirausaha naik menjadi 25,6 persen.

Artinya, selain meningkatkan kompetensi, Kartu Prakerja juga membantu menjalankan roda usaha yang sudah dijalankan sekaligus mengurangi angka pengangguran di Tanah Air.

Atas seluruh pencapaian itu, tidak heran bila program Kartu Prakerja mendapatkan apresiasi positif.

JEO Kompas.com telah merangkum perjalanan Program Kartu Prakerja. Mulai dari dicetuskan pertama kali, misi mulia di baliknya, kritik dan polemik yang muncul, hingga pencapaiannya.

Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini: Jejak Kartu Prakerja...Misi Mulia, Polemik Hingga Pencapaiannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+