Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepala BKPM Sebut Realisasi Investasi di Luar Jawa Melaju Lebih Kencang

Kompas.com - 27/10/2021, 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut realisasi investasi di luar Jawa melaju lebih kencang dibandingkan dengan realisasi investasi di Jawa.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, sepanjang kuartal III-2021, realisasi investasi di Jawa mencapai Rp 104,2 triliun (48,1 persen) sedangkan luar Jawa mencapai Rp 112,5 triliun (51,9 persen).

Baca juga: Hingga September 2021, Realisasi Investasi Baru 73,3 Persen dari Target

"Year on year (secara tahunan) investasi luar Jawa naik 1,9 persen. Lagi-lagi saya katakan bahwa ini atas pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK di lima tahun periode pertama dan dilanjutkan di periode kedua. Itu berdampak positif untuk memikat para investor," kata Bahlil dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Bahlil mengatakan, pembangunan infrastruktur di luar Jawa telah menarik minat investor.

Ia pun menilai positif capaian tersebut lantaran sejalan dengan tujuan pembangunan infrastruktur untuk pemerataan ekonomi serta untuk melahirkan kawasan ekonomi baru.

Tidak hanya realisasi investasi di luar Jawa ada triwulan III-2021 tercatat tumbuh 1,9 persen, hal serupa juga terjadi di Jawa.

Realisasi investasi di Jawa sepanjang periode tersebut tumbuh 5,7 persen.

Baca juga: Apa Itu Suspend, Trading Halt, dan Auto Reject pada Investasi Saham?

Sementara itu, secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2021, realisasi investasi di Jawa tumbuh 3,7 persen sedangkan di luar Jawa pertumbuhannya melesat hingga 12 persen.

Secara nominal, investasi di Jawa sepanjang Januari-September 2021 sebesar Rp 318,7 triliun (48,3 persen) dan investasi di luar Jawa sebesar Rp 340,7 triliun (51,7 persen).

"Jadi ini semuanya tumbuh positif, tapi lajunya lebih laju yang di luar Jawa. Ini karena mungkin Menteri Investasinya dari luar Jawa kali ya, tapi ini bukan KKN, ini kecenderungan orang mau investasi," kata Bahlil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+