Wamenkeu: Pertemuan Online Jadi Ruang Kerja Masa Depan...

Kompas.com - 10/11/2021, 18:16 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, pertemuan secara online melalui Zoom meeting dan sejenisnya akan menjadi ruang kerja masa depan.

Dia beranggapan, ruang kerja di masa depan akan berubah menjadi serba daring mengingat pandemi Covid-19 mempercepat adopsi teknologi digital. Lebih cepat dari rencana semula sebelum pandemi Covid-19 merebak.

"Kita tentu berharap suatu hari kita kembali ke kantor, bertemu dan berinteraksi fisik. Tapi pada saat ini, kemungkinan besar di masa yang akan datang layar yang kita lihat pada sore hari ini menjadi bagian dari ruang kerja masa depan, new ways of working," kata Suahasil dalam diskusi akademik LPEM UI, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Menteri PPN: Pembangunan Infrastruktur Tak Boleh Bikin Warga Kehilangan Pekerjaan...

Suahasil menuturkan, pandemi Covid-19 membuat platform teknologi muncul pesat dalam 1,5 tahun terakhir. Saat ini, banyak pekerjaan yang dilakukan dengan dukungan informasi teknologi (IT).

Di level pemerintahan, mendiskusikan, menerbitkan, dan mengimplementasikan peraturan pun tidak perlu bertemu secara fisik. Cukup dengan berdiskusi di platform meeting online hingga berhasil dirumuskan.

Untuk membuat platform digital makin pesat, pemerintah mempunyai peran untuk menyediakan infrastruktur ekosistem ekonomi digital yang meliputi e-commerce, education, bahkan e-government maupun teknologinya.

"Yang seperti kita pakai saat ini PeduliLindungi adalah bagian dari health technology, menjadi bagian penting dari ruang kerja kita di masa depan, bagian penting dari perekonomian kita masa depan," beber Suahasil.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintah bersama Bank Indonesia di sektor keuangan yang menggawangi sistem pembayaran, bersama OJK yang mengawasi sistem jasa keuangan, akan bersama-sama membangun infrastruktur kebijakan dan regulasi.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendukung potensi dan perkembangan industri digital, khususnya industri keuangan digital.

"Layanan internet juga kita perkuat supaya bisa menjangkau daerah 3 T, tertinggal, terdepan, dan terluar melalui pembangunan BTS, palapa ring dengan service level agreement untuk utilisasi di barat, tengah, maupun timur Indonesia," pungkas Suahasil.

Baca juga: Resign dari Pekerjaan, Pebisnis Ini Mampu Raih Omzet Rp 300 Juta Per Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.