Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Erick Thohir Akan Pangkas Perusahaan BUMN dengan Pendapatan di Bawah Rp 50 Miliar

Kompas.com - 01/12/2021, 12:57 WIB
Rully R. Ramli,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menginisiasi rencana penjualan atau pelepasan perusahaan pelat merah dengan pendapatan di bawah Rp 50 miliar.

Menurut dia, langkah tersebut selaras dengan fokus perampingan jumlah BUMN, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat.

“Anak, cucu usaha mau kita pangkas, yang pemborosan, apalagi yang menggandol kepada BUMN yang sehat,” kata Erick di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Baca juga: Ahok Kritik BUMN, Erick Thohir: Saya Ucapkan Terima Kasih

Erick menyebutkan, pihaknya tidak menginginkan perusahaan pelat merah dengan pendapatan kecil justru bersaing dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Daripada BUMN jadi bersaing dengan perusahaan menengah buat apa? Saya berinisiasi kalau didukung oleh DPR, BPK, BPKP, Kejaksaan, semua yang di bawah Rp 50 mliar enggak usah BUMN lah,” tutur dia.

Mantan bos Inter Milan itu ingin BUMN tidak lagi bermain pada segmen usaha kecil.

Pasalnya, pada segmen tersebut pelaku UMKM atau swasta justru memiiki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja lebih baik dibanding perusahaan pelat merah.

Ke depannya, BUMN akan fokus bergerak pada segmen usaha besar di berbagai indsutri, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga pertambangan.

Baca juga: Erick Thohir Targetkan Laba Bersih BUMN Capai Rp 46 Triliun di Akhir Tahun

“Kita main yang gede-gede saja, BRI, PLN, Pegadaian, Telkom, MIND ID, Pertamina,” kata Erick.

Dengan semakin rampingnya BUMN, Erick berharap, perusahaan negara skala besar dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalam negeri.

“Kita tidak mau market kita dipakai pertumbuhan bangsa lain,” ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 20 Juni 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 20 Juni 2024

Spend Smart
Bengkak 41 Persen, Kerugian Indofarma Capai Rp 605 Miliar di 2023

Bengkak 41 Persen, Kerugian Indofarma Capai Rp 605 Miliar di 2023

Whats New
Harga Emas Terbaru 20 Juni 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 20 Juni 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Dorong Peluang Investasi Sektor Penerbangan, DPR Setujui Ratifikasi Protokol AFAS Ke-12

Dorong Peluang Investasi Sektor Penerbangan, DPR Setujui Ratifikasi Protokol AFAS Ke-12

Whats New
Mampukah IHSG Menguat Hari Ini? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Mampukah IHSG Menguat Hari Ini? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Harga Bahan Pokok Kamis 20 Juni 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Minyak Goreng Curah

Harga Bahan Pokok Kamis 20 Juni 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Minyak Goreng Curah

Whats New
Kiat Superbank Jaga Kualitas Kredit Tetap Sehat

Kiat Superbank Jaga Kualitas Kredit Tetap Sehat

Whats New
Erajaya Bakal Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Sekian Besarannya

Erajaya Bakal Bagikan Dividen ke Pemegang Saham, Sekian Besarannya

Whats New
Jelang Pemilu, Inflasi Inggris Berhasil Turun ke Target 2 Persen

Jelang Pemilu, Inflasi Inggris Berhasil Turun ke Target 2 Persen

Whats New
Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Lebih Efisien, Ini Manfaat Aplikasi Kasir Accurate POS untuk Operasional Bisnis Modern

Smartpreneur
OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

OJK Sebut Kredit Produktif Korporasi Melesat, Ini Penyebabnya

Whats New
Tingkat Pengangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Tingkat Pengangguran di AS Terus Meningkat, Indikator Menuju Resesi?

Whats New
Serba Salah Kelas Menengah

Serba Salah Kelas Menengah

Whats New
Dibayangi Pelemahan Rupiah dan 'Capital Outflow', Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Dibayangi Pelemahan Rupiah dan "Capital Outflow", Ekonomi RI Diprediksi Stagnan

Whats New
[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com