Ahok Soroti Kontrak BUMN, Erick Thohir: Tolong Review yang di Pertamina

Kompas.com - 01/12/2021, 15:05 WIB
 Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pertamina menangani insiden kebakaran di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Dok. Humas Pertamina Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pertamina menangani insiden kebakaran di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespons pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait kontrak merugikan yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan pelat merah.

Erick mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas sorotan dan perhatian Ahok terhadap operasional bisnis BUMN.

Ini selaras dengan fokus pembenahan yang dilakukan oleh Kementerian BUMN.

Baca juga: Ahok Kritik BUMN, Erick Thohir: Saya Ucapkan Terima Kasih

Ia pun meminta Ahok mendalami dan meninjau kontrak yang bersangkutan dengan Pertamina.

“Tolong di-review yang ada di Pertamina, seperti saya juga me-review keseluruhan BUMN,” kata Erick di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Mantan bos Inter Milan itu menegaskan, sejak tahun lalu, Kementerian BUMN fokus melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap internal dari setiap perusahaan pelat merah.

“Jadi kalau Pak Ahok, Pak Komut menyatakan itu, saya mengucapkan terima kasih,” ujar dia.

Beberapa waktu lalu, Ahok memang menyebut banyak kontrak bisnis di BUMN yang dianggap merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina di mana dirinya menjadi komisaris.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Kritik tersebut dia sampaikan dalam akun YouTube miliknya, Panggil Saya BTP. Ahok pun marah dengan temuan itu. 

Selain merugikan BUMN, kontrak bisnis itu justru menguntungkan pihak lain. Ahok bertambah geram. 

Kontrak itu merugikan BUMN, tetapi hanya dianggap angin lalu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lembaga tersebut hanya menilai masalah itu hanya persoalan salah bayar atau kelebihan bayar.

Terbaru, Ahok juga blak-blakan mengkritik rencana holding BUMN yang berencana mengakuisisi perusahaan pembuat baterai listrik asal Jerman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.