Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Superman Syndrome, Korporatisasi Usaha Mikro dan Koperasi Multi Pihak

Kompas.com - 14/12/2021, 14:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Para pendamping memiliki kualifikasi untuk itu sebab kedekatannya, memahami aktivitas bisnis UMK dan keterampilan atau kompetensi korporasional (tata kelola dan manajemen).

Mereka juga, karena aktivitas serta latar belakang pendidikan, memiliki akses yang bagus kepada pemerintah, calon investor, dan swasta lainnya. Berbagai kecakapan yang menubuh dalam dirinya itu akan sangat dibutuhkan dalam proses inisiasi awal koperasi. Potensi-potensi itu diaktualkan menjadi sumberdaya bagi kepentingan seluruh pihak.

Anggaplah proses inisiasi itu membutuhkan pengawalan intensif tiga tahun awal. Kemudian secara bertahap koperasi mengangkat karyawan profesional. Atas prakarsa dan kepeloporan itu, para pendamping sebagai entrepreneur diganjar dengan royalti 20 persen dari SHU selama-lamanya.

Belum lagi ditambah honorarium atas peran mereka sebagai pengurus/direksi. Alhasil mereka bakal serius, full of concern dan mati-matian mengembangkannya sebagaimana mereka mengelola perusahannya sendiri.

Menariknya, di Indonesia sudah banyak asosiasi pendamping/konsultan UKM. Sebutlah yang besar-besar Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI), Komunitas Tangan di Atas (TDA), MicroMentor UMKM, UKMIndonesia dan berbagai asosiasi pendamping/konsultan yang tersebar di berbagai daerah. Dengan demikian, proposal korporatisasi ini tidak dimulai nol, yang perlu dilakukan adalah menjahit para pelaku dalam suatu perusahaan bersama dengan insentif ekonomi yang wajar, adil dan berkelanjutan bagi semuanya.

Di level pemerintah, proposal ini sudah sejalan dengan proses bisnis di Kementerian Koperasi dan UKM, yang meletakkan Kedeputian Perkoperasian sebagai hilir dari Kedeputian Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Menengah dan Kedeputian Kewirausahaan. Korporatisasi itulah pengait semuanya, sehingga relevan bila disebut koperasi sebagai rumah bagi UMKM Indonesia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.