Melalui PNRE, Ini Strategi Pertamina Kembangkan Energi Hijau

Kompas.com - 09/03/2022, 11:08 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca penandatanganan dokumen legal end-state di Agustus 2021, Pertamina secara resmi telah menyelesaikan proses transformasi yang salah satunya melalui pembentukan Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) dengan mengusung PT Pertamina Power Indonesia atau dikenal dengan Pertamina NRE.

Chief Executive Office Pertamina NRE Dannif Danusaputro mengungkapkan, pembentukan subholding ini untuk mewujudkan transisi energi dan menjadi ujung tombak pengembangan energi hijau di Indonesia, sekaligus upaya meraih posisi sebagai salah satu pemain utama energi hijau di tingkat global.

“Mandat untuk Pertamina NRE sangat jelas, yakni mewujudkan transisi energi di Indonesia. Kami juga difokuskan untuk melakukan transisi energi di halaman sendiri yakni di lokasi-lokasi operasi milik Pertamina Group melalui inisiatif dekarbonisasi dan efisiensi dengan menyediakan energi hijau,” kata Dannif Danusaputro melalui siaran pers, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: Fitch Ratings Turunkan Peringkat Utang Rusia ke Teritori Sampah

Dekarbonisasi atau emisi nol persen menjadi fokus di banyak negara sebagai upaya memerangi pemanasan global yang semakin mengancam keberadaan bumi dan umat manusia. Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, misalnya, menargetkan emisi nol persen pada 2050. Indonesia sendiri memiliki target yang sama pada 2060.

Sebagai langkah awal, Pemerintah mencanangkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030. Jika ada bantuan dari dunia internasional, penurunan emisi GRK bisa mencapai 41 persen pada 2030.

Pada saat yang sama, pemerintah telah mengesahkan target baru yang didominasi oleh energi hijau di dalamRencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dalam upaya untuk mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025, serta Rencana Umum Ketenagalistrikan 2019-2038 yang menargetkan bauran energi sebesar 28 persen pada 2038 dan 31 persen pada 2050.

Dalam pemenuhan komitmen pemerintah soal energi hijau, Pertamina menargetkan 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnisnya pada 2030. Melalui Pertamina NRE, juga ditetapkan target kapasitas energi bersih sebesar 10 GW pada 2026.

Baca juga: Balas Sanksi Barat, Putin Larang Ekspor-Impor Sejumlah Komoditas

Jumlah itu meliputi 5 GW pembangkit gas, 4 GW energi terbarukan (di dalamnya termasuk panas bumi), serta 1 GW energi baru seperti green hydrogen, electric vehicle, nature climate solution dan lainnya.

“Mayoritas portofolio hijau tersebut berada dalam pengelolaan Pertamina NRE beserta anak-anak usaha dan afiliasinya. Semua target yang dicanangkan akan dicapai dengan kolaborasi, baik dengan internal Pertamina Group maupun perusahaan lainnya yang memiliki visi selaras,” jelas Dannif.

Pencapaian target-target tersebut akan dilakukan oleh Pertamina NRE melalui anak usaha dan afiliasi. Seperti halnya pengembangan panas bumi, green hydrogen dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang sudah memiliki kapasitas terpasang 672 MW own operation, dan untuk pengembangan gas to power dilakukan oleh PT Jawa Satu Power dan PT Jawa Satu Regas contohnya proyek Jawa-1 dengan kapasitas 1,8 GW.

Baca juga: Kemendag: Minyak Goreng Enggak Langka, tapi...

Sedangkan untuk pemenuhan target EV Ecosystem, Pertamina melalui Pertamina NRE bersama holding perusahaan tambang pemerintah MIND ID, PT Aneka Tambang, dan PT PLN tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC).

Perusahaan ini difokuskan untuk bergerak di industri baterai dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan baterai untuk kendaraan listrik, stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan ekosistem pendukung lainnya. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong transisi di sektor transportasi, dari BBM fosil ke kendaraan listrik.

Dalam rangka mewujudkan transisi energi yang dimulai dari halaman sendiri, Pertamina NRE telah melakukan kolaborasi dengan sub-holding lain ataupun afiliasi Pertamina lainnya untuk menyediakan sumber energi hijau.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Arab Saudi Bangun Kereta Gantung di Puncak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.