Wapres Ma'aruf Minta Pengusaha Jangan Ekspor Bahan Pangan Pokok

Kompas.com - 11/03/2022, 13:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pengusaha untuk tidak melalukan ekspor bahan pangan pokok sepanjang kebutuhan dalam negeri belum tercukupi.

"Kita harus mementingkan kebutuhan dalam negeri dulu untuk tercukupi bahan pangannya. Saya minta ke semua pengusaha tidak melakukan ekspor sepanjang kebutuhan dalam negeri belum tercukupi," ujar Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat mengunjungi kompleks pergudangan modern Perum Bulog di kawasan Kepala Gading, Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Wapres Apresiasi Teknologi Pangan Bulog, Harap Ketersediaan Beras Tercukupi dalam Jangka Panjang

Lebih lanjut Wapres menjamin kebutuhan stok pangan tercukupi dan tersedia selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.

Sebab, kata dia, berdasarkan hasil kunjungannya ke Kementerian Pertanian yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan ke kantor gudang Bulog, stok daging dan komoditas lainya tercukupi.

"Kita sudah lihat sendiri saat ini bagaimana Perum Bulog mampu menyediakan kebutuhan pokok khususnya beras dan daging yang ditugaskan pemerintah dalam jumlah yang cukup atau aman. Stok pangan ini juga tersedia merata di semua unit gudang Bulog di seluruh Indonesia," kata Ma'ruf Amin.

"Kemudian menjelang Puasa dan Idul Fitri stoknya juga betul-betul terjamin. Kalau ketersediaan beras dan daging aman, maka masyarakat tidak perlu khawatir," sambung Ma'aruf.

Baca juga: Mendag Sebut Minyak Goreng Sudah Terdistribusi di Pasar Tradisional, APPSI: Kondisi Riil di Lapangan Itu Tidak Ada

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Budi Waseso ata panggilan akrabnya Buwas, mengamininya.

Buwas mengatakan, stok beras selama bulan Ramadhan nanti tercukupi lantaran pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang akan melakukan panen padi.

"Khusus untuk masalah beras kita jamin karena sudah kita petakan wilayah yang akan panen. Komitmen ini kami tegaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu, makanya kami juga komitmen untuk tidak melakukan ekspor beras bilamana kebutuhan dalam negeri belum tercukupi," pungkasnya.

Baca juga: Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung Mulai Rp 100 Jutaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.