Isu Delisting Perusahaan China di AS Mencuat Lagi, Saham Alibaba, Baidu, hingga JD.com Rontok

Kompas.com - 14/03/2022, 10:17 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com – Otoritas pasar keuangan Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC) mulai mendata perusahaan China yang di bursa saham AS atau Wall Street untuk dilakukan delisting. Hal ini menyusul kegagalan perusahaan China dalam menerapkan aturan terkait audit laporan keuangan yang diberlakukan.

Melansir Forbes, Senin (14/3/2022), terdapat lima perusahaan asal China yang akan delisting, berdasarkan aturan Holding Foreign Companies Accountable Act, yang menjadi undang-undang pada Desember 2020. 

Kelima perusahaan itu yakni perusahaan makanan cepat saji Yum China, perusahaan teknologi ACM Research, perusahaan bioteknologi BeiGene, HutchMed, dan Zai Lab.

Baca juga: Apa Itu Delisting Saham dan Bagaimana Dampaknya ke Investor?

Sementara itu berdasarkan laporan CNBC, mencuatnya kabar delisting mendorong ambruknya saham perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di Hong Kong dan Wall Street, mulai dari Baidu, JD.com, hingga Alibaba.

Pada Jumat sore waktu setempat, saham raksasa teknologi Alibaba anjlok 6,56 persen. Perusahaan mobil listrik Nio, juga ambles 11,64 persen, Baidu turun 5,14 persen, dan NetEase terkoreksi 6,94 persen. Sementara itu, JD.com paling dalam terkoreksi yakni 15,67 persen setelah melaporkan kerugian kuartalan pekan lalu.

SEC mengidentifikasi perusahaan-perusahaan tersebut sebagai kelompok pertama yang dimasukkan ke dalam daftar sementara untuk potensi delisting karena gagal menyerahkan dokumen audit terperinci yang mendukung laporan keuangan mereka.

Walau demikian banyak perusahaan asal China mengungkapkan bahwa pihaknya telah memenuhi persyaratan yang diharuskan.

SEC memberikan toleransi waktu hingga 29 Maret 2022 untuk perusahaan–perusahaan asal China agar memberikan akses kepada Dewan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik (PCAOB) terkait dengan dokumen laporan audit keuangan selama tiga tahun. Jika gagal, akan berakibat pada delisting paksa.

Langkah SEC memicu aksi jual luas di saham perusahaan China di Wall Street. Nasdaq Golden Dragon China Index mencatat penurunan terbesar sejak 2008 dengan jatuh 10 persen pada Kamis pekan lalu. Pasar di bursa Hong Kong juga khawatir dengan berita tersebut, dan Indeks Teknologi Hang Seng turun 4,3 persen pada penutupan Jumat pekan lalu.

“SEC mengidentifikasi perusahaan apa yang akan dihapus, segera setelah perusahaan mengajukan laporan tahunannya dan secara bergulir,” tulis analis ekuitas senior Morningstar Ivan Su.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.