Pantro Pander Beberkan Sederet Masalah Industri Asuransi dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 07/04/2022, 17:23 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pantro Pander Silitonga hari ini mengikuti rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test untuk menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Dalam paparannya Pantro mengungkapkan berbagai permasalahan yang saat ini terjadi di sektor IKNB, khususnya di sektor asuransi.

Menurutnya, salah satu permasalahan utama di sektor asuransi ialah masih rendahnya tingkat inklusi dan literasi keuangan, khususnya sektor asuransi nasional, dibanding dengan negara-negara tetangga.

"Untuk asuransi jiwa masih kalah dibanding dengan Malaysia dan Thailand," ujar dia dalam gelaran Fit and Proper Test Komisi XI OJK, Kamis (7/4/2022).

Baca juga: Layanan Tes Covid-19 Sumbang 16 Persen ke Pendapatan Prodia Selama 2021

Selain itu, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau dikenal dengan unit link juga belakangan menjadi permasalahan utama di sektor asuransi, sebab membuat sejumlah konsumen merasa kecewa.

"Karena janji investasi yang tinggi tidak terealisasi belum lagi ada komponen biaya yang kurang transparan, baik biaya komisi tinggi dan biaya asuransi yang meningkat seiring dengan usia," kata Pantro.

Selain unit link, Pantro bilang, produk endowment juga sering membuat konsumen kecewa karena perusahaan gagal menepati janji.

Baca juga: Jalani Fit and Proper Test OJK, Hoesen Mengaku Lebih Kompeten di Pasar Modal Ketimbang Jadi Pengawas IKNB

Dia mencontohkan seperti kasus Jiwasraya yang menjanjikan hasil investasi 9-13 persen kepada nasabah, namun akibat pengelolaan aset dan liabilitas yang tidak baik karena perusahaan insolvensi dan menjadi gagal bayar.

Permasalahan juga terjadi di asuransi umum, di mana saat ini tengah terjadi perang harga yang tidak sehat, khususnya pada industri asuransi kendaraan bermotor.

"Walaupun sudah ada SE OJK Nomor 5 Tahun 2017, batas maksimum komisi hanya 25 persen, tetapi praktik di lapangan perusahaan-perusahaan asuransi memberikan komisi sampai 50 persen," tuturnya.

Baca juga: Janji Fauzi Ichsan Bila Jadi Wakil Ketua DK OJK: Tuntaskan Kasus Jiwasraya hingga Bumiputera

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.