Inflasi AS Naik Tinggi, Apa Dampaknya ke Pasar Modal dan Perekonomian Indonesia?

Kompas.com - 19/04/2022, 11:01 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.comInflasi secara tahunan di Amerika Serikat (AS) tercatat sebesar 8,5 persen pada Maret 2022 atau yang tertinggi sejak 1981, berdasarkan laporan Consumer Price Index (CPI).

Penyebabnya, perang Rusia-Ukraina yang masih berlanjut dan mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di AS. 

 

Apakah inflasi di AS memiliki dampak pada perekonomian Indonesia secara umum, serta pasar modal tanah air secara khusus? 

Menurut Direktur Avere Investama sekaligus pengamat pasar modal Teguh Hidayat, ada dampak positif inflasi AS, yakni meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Baca juga: Dibayangi Tekanan Inflasi, Bagaimana Proses Pemulihan Ekonomi Indonesia?

Impor minyak jadi lebih besar

Teguh mengatakan, inflasi yang tinggi di AS menyebabkan harga komoditas naik di seluruh dunia.

The Fed yang mencetak uang dollar AS dalam jumlah besar sebagai stimulus ekonomi, lambat laun uang tersebut beredar di seluruh dunia, termasuk Indonesia dalam bentuk impor.

“Karena uang dollar AS keluar terus, dan komoditas harganya naik semua, Indonesia sebagai importir minyak mentah merugikan ekonomi kita, dan kita harus impor minyak lebih besar, alhasil harga Pertamax naik,” ujar Teguh kepada Kompas.com, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Inflasi Merangkak Naik, Kapan BI Sesuaikan Suku Bunga?

Indonesia diuntungkan SDA besar

Dia mengungkapkan, secara tidak langsung, inflasi AS akan menyebabkan inflasi di Indonesia juga. Tapi, Indonesia diuntungkan dari kenaikan komoditas, lantaran Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang besar.

“Jadi, secara tidak langsung, saat harga batu bara naik, sawit naik, posisi kita berbeda. Kalau minyak mentah kan kita importir, kalau batu bara, dan sawit kita eksportir. Jadi kenaikan batubara dan sawit menguntungkan bagi Indonesia dan ekonomi Indonesia akan tumbuh kencang,” ungkap Teguh.

Baca juga: Pasar Modal Indonesia “Diuntungkan” Konflik Rusia–Ukraina, Kok Bisa?

Capital outflow

Hal senada disampaikan oleh Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM yang menilai, inflasi AS akan erat kaitannya dengan kenaikan suku bunga. Dengan inflasi AS yang tinggi di tahun ini, dampaknya tentu saja selain ke beberapa negara termasuk ke Indonesia.

“Kenaikan harga komoditas membuat ekspor di Indonesia meningkar 44 persen yoy dan sampai dengan Maret neraca perdagangan Indonesia tumbuh positif. Inflasi Indonesia sudah mulai menanjak pada level 2,6 persen, walaupun masih berada di bawah BI Rate 7DRR namun gejala kenaikan ini bisa mengerek 7DRR kedepannya,” ujar Roger.

Baca juga: Dana Asing Banyak Parkir di Pasar Modal Indonesia Saat Perang Rusia-Ukraina, Ini Sebabnya

Dari sisi pasar modal, Roger menilai pasar modal Indonesia masih mencerna rencana The Fed menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.

Menurut dia, dampak rencana The Fed tersebut, bisa mendorong kenaikan dollar AS dan memicu capital outflow.

Pasar modal Indonesia tentunya akan melihat efek dari kenaikan suku bunga AS kedepan, di antaranya penguatan dollar AS yang bisa memicu capital outflow, dan kenaikan harga komoditas yang bisa memicu kenaikan inflasi di Indonesia,” tambah dia.

Baca juga: Ekonomi Pulih, Indonesia Balik Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas Pada 2022

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Dukung UMKM dan Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Salah Satu Menteri Berkinerja Terbaik

Whats New
Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Tembus Rp 1 Juta Per Gram, Simak Rinciannya

Spend Smart
KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

KAI Tebar Diskon Tiket Kereta Api Jelang Natal dan Tahun Baru, Cek Harganya

Whats New
BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

Whats New
Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Earn Smart
BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

Rilis
Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Earn Smart
Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

BrandzView
Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Whats New
Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

BrandzView
Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Whats New
Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Whats New
Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Whats New
Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Whats New
500.000 Ton Beras Impor Akan Masuk RI hingga Februari 2023

500.000 Ton Beras Impor Akan Masuk RI hingga Februari 2023

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.