Wall Street Jatuh, Saham–saham Retail di AS Rontok

Kompas.com - 19/05/2022, 07:07 WIB


NEW YORK, KOMPAS.com – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street berakhir merah pada perdagangan Rabu (18/5/2022). Penurunan ini terjadi menyusul aksi jual besar–besaran investor, karena kekhawatiran akan inflasi.

Dow Jones Industrial Average (DJIA)turun 1.164,52 poin, atau 3,57 persen menjadi 31.490,07. Sementara itu, S&P 500 ambles 4,04 persen, dan ditutup pada level 3.923,68, dan Nasdaq Composite tergelincir 4,73 persen menjadi 11.418,15.

Megan Horneman, kepala investasi di Verdence Capital Advisors mengatakan, pasar kembali ke aksi jual besar-besaran setelah dua laporan pendapatan triwulan perusahaan department store Target Corporation dan retail, Walmart turun.

Baca juga: Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Ini membuat investor khawatir akan kenaikan inflasi dan mengurangi keuntungan perusahaan–perusahaan yang bergerak di sektor konsumen. Penurunan kali ini adalah penurunan DJIA kelima lebih dari 800 poin tahun ini, dan semuanya terjadi karena aksi jual saham yang meningkat dalam satu bulan terakhir.

“Kami mulai melihat pada akhir tahun bahwa konsumen beralih ke kartu kredit untuk membayar kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi, dan itu sebenarnya menjadi jauh lebih buruk. Ini akan merugikan tempat-tempat ritel terkemuka. Walmart menjadi salah satunya,” kata Horneman dilansir dari CNBC, Kamis (19/5/2022).

Saham Target jatuh 24,9 persen, usai perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan tahun 2022 yang jauh lebih rendah dari perkiraan Wall Street karena biaya bahan bakar dan kompensasi yang lebih tinggi.

Perusahaan retail Walmart juga sebelumnya merilis laporan pendapatan di kuartal pertama tahun ini yang mengalami penurunan, dan jauh dari harapan setelah adanya kenaikan biaya bahan bakar dan tenaga kerja yang lebih besar. Saham Walmart kemarin ditutup ambles 11 persen, dan pada penutupan Rabu turun 6,8 persen.

Baca juga: Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

“Jelas bahwa biaya transportasi penting dan mempengaruhi (beberapa) perusahaan besar. Jadi saya pikir investor sedikit pusing akan hal ini, dan perusahaan mana yang selanjutnya mengalami masalah serupa?” kata Kim Forrest, pendiri Bokeh Capital.

Pada penutupan Rabu, harga saham Amazon ambles 7,2 persen, Best Buy tergelincir 10,5 persen, Dollar General terjun 11,1 persen, dan Dollar Tree juga turun 14,4 persen. Saham Macy's turun 10,7 persen, dan sementara saham Kohl's terkoreksi 11 persen.

Sementara itu perusahaan penyedia kebutuhan rumah tangga, Lowe`s Companies turun 5,3 persen meskipun laporan pendapatan perusahaan bertumbuh. Namun perusahaan mencatat penurunan pembelian untuk produk outdoor.

“Setiap perusahaan yang memiliki penjualan kebutuhan rumah tangga kemungkinan akan tertekan pada kuartal ini karena banyak pendapatan tambahan yang disalurkan ke harga makanan dan energi,” kata Jack Ablin, mitra pendiri Cresset Capital.

Saham dan aset berisiko lainnya juga mengalami tekanan, akibat inflasi dan upaya Federal Reserve untuk dalam menekan kenaikan harga melalui kenaikan suku bunga. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya resesi.

Imbal hasil pada catatan Treasury AS tenor 10 tahun sempat turun di bawah 2,9 persen setelah sempat mencapai 3 persen sebelumnya. Ini terjadi karena investor kembali ke obligasi yang dinilai merupakan tempat yang aman.

Baca juga: [POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Whats New
Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Whats New
Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Whats New
Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Whats New
Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Whats New
Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Spend Smart
Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Whats New
Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Whats New
Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Whats New
PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

Whats New
Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Rilis
Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Whats New
Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Earn Smart
Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Whats New
Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92

Ini Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 92

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.