Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan PLN soal Geser Tiang Listrik Diminta Bayar Rp 74 Juta

Kompas.com - 08/06/2022, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) angkat suara terkait viralnya sebuah unggahan di media sosial Twitter yang mengeluhkan pengenaan biaya pemindahan tiang listrik senilai Rp 74,3 juta kepada salah satu pelanggan. PLN memastikan telah melakukan koordinasi dengan pelanggan tersebut.

Mulanya akun Twitter @anafis_196 menggunggah lampiran surat dari PLN Rayon Bangli, Bali tertanggal 14 Februari 2022, kepada salah satu pelanggan. Surat itu berisikan jawaban terkait permohonan pelanggan perihal penggeseran tiang listrik.

Mengutip unggan tersebut, Rabu (8/6/2022), surat itu merinci biaya-biaya yang perlu ditanggung pelanggan untuk proses penggeseran tiang listrik, yang secara total sebesar Rp 74.308.491. Pada surat itu juga dijelaskan proses selanjutnya yang perlu ditempuh pelanggan terkait proses pembayaran.

Baca juga: Tak Ada BUMN di Daftar Sponsor Formula E, Ahmad Sahroni Sindir PLN?

"Udah nitip tiang di tanah milik warga, gak bayar sewa, gak bayar asuransi jika terjadi musibah, eh.. giliran saat minta dipindah, biayanya ditagih ke pemilik tanah. Krng gak waras gimana coba, tuh pe el n,” tulis akun tersebut.

Mengenai hal itu, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Bali I Made Arya menjelaskan, bahwa besarnya biaya yang dikenakan karena pada posisi tiang listrik tersebut terdapat pula gardu yang perlu dipindahkan.

"Yang case (persoalan) di Bangli itu, di lokasi yang di geser bukan hanya tiang saja, tetapi juga gardu 100 Kva beserta box panel-nya," ujarnya kepada Kompas.com Rabu (8/6/2022).

Menurut dia, pihak PLN pun telah berkoordinasi dan berkomunikasi persoalan itu dengan pelanggan tersebut terkait detil pengenaan biaya. Ia pun menegaskan, bahwa biaya tersebut bukanlah pungutan liar (pungli)

Arya bilang, biaya itu merupakan penghitungan dari biaya material, kWh yang tidak tersalurkan saat dilakukan pemindahan, serta biaya jasa karena pekerjaan tersebut harus dikerjakan oleh pihak ketiga atau mitra PLN dengan tetap di bawah pengawasan PLN.

"Terkait masalah tersebut tim kami sudah berkoordinasi, komunikasikan lebih detail dengan pelanggan terkait. Setelah dijelaskan pelanggan paham dan mengerti terkait biaya tersebut. Biaya itu bukan pungli," kata dia.

Ia menambahkan, bila biaya yang dikenakan terasa mahal, maka pelanggan bisa mengajukan surat permohonan keringanan kepada PLN. Menurut Arya, PLN akan berupaya membantu pelanggan agar biayanya bisa ditekan.

Kondisi ini juga diterapkan pada pelanggan tersebut, yang setelah dilakukan komunikasi antara kedua pihak, ditemukan opsi terkait pemindahan tiang dan gardu listrik yang lebih meringankan pelanggan.

"Jadi pelanggan bisa mengajukan surat permohonan keringanan dan biasanya bisa kami bantu dengan menggunakan material bekas, namun masih handal atau layak pakai sehingga biayanya bisa lebih ringan," jelasnya.

Baca juga: Erick Thohir Bela Sri Mulyani Tambah Subsidi untuk PLN dan Pertamina


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Diisukan Masuk Bursa Gubernur BI, Indef: Emang Mau?

Sri Mulyani Diisukan Masuk Bursa Gubernur BI, Indef: Emang Mau?

Whats New
Tim Likuidasi Wanaartha Life Tunjuk Dua Nasabah Jadi Tim Observer

Tim Likuidasi Wanaartha Life Tunjuk Dua Nasabah Jadi Tim Observer

Whats New
IHSG Kembali Ditutup Menguat, ARTO, GOTO, dan BUKA Melesat

IHSG Kembali Ditutup Menguat, ARTO, GOTO, dan BUKA Melesat

Whats New
Dekati Panen Raya, Bulog Pastikan Beras Impor Masuk 15 Februari

Dekati Panen Raya, Bulog Pastikan Beras Impor Masuk 15 Februari

Whats New
Mendag Zulhas: Sebelum Juni 2023 RI Bakal Punya Bursa Kripto

Mendag Zulhas: Sebelum Juni 2023 RI Bakal Punya Bursa Kripto

Whats New
Peserta Lolos PPPK Guru Wajib Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya

Peserta Lolos PPPK Guru Wajib Isi Daftar Riwayat Hidup, Ini Caranya

Whats New
Kondisi Food Estate di Kalteng, Periset BRIN: Mengubah Lahan Rawa Jadi Produktif Tidak Mudah

Kondisi Food Estate di Kalteng, Periset BRIN: Mengubah Lahan Rawa Jadi Produktif Tidak Mudah

Rilis
Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Pinjol Ilegal pada Januari 2023

Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Pinjol Ilegal pada Januari 2023

Whats New
Usai Impor, Bulog Ditugaskan Serap 2,4 Juta Ton Beras di 2023

Usai Impor, Bulog Ditugaskan Serap 2,4 Juta Ton Beras di 2023

Whats New
Kinerja IHSG Januari 2023 Negatif, BEI: Banyak Investor yang Ambil Untung

Kinerja IHSG Januari 2023 Negatif, BEI: Banyak Investor yang Ambil Untung

Whats New
Satgas Waspada Investasi Temukan 10 Investasi Ilegal , dari Kripto sampai Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Satgas Waspada Investasi Temukan 10 Investasi Ilegal , dari Kripto sampai Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Whats New
Erick Thohir Ungkap Rencana Pemerintah Pangkas Jumlah Bandara Internasional Jadi Tinggal 15

Erick Thohir Ungkap Rencana Pemerintah Pangkas Jumlah Bandara Internasional Jadi Tinggal 15

Whats New
Bahlil ke Investor: IKN Ini Barang Bagus, Ibarat Wanita Kampung yang Cantik Belum Dipoles

Bahlil ke Investor: IKN Ini Barang Bagus, Ibarat Wanita Kampung yang Cantik Belum Dipoles

Whats New
Bulog: Lebih dari 300.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk RI, Sisanya Masih di Lautan

Bulog: Lebih dari 300.000 Ton Beras Impor Sudah Masuk RI, Sisanya Masih di Lautan

Whats New
Pastikan Ketersediaan BBM bagi Nelayan, Menteri KKP Gandeng Erick Thohir

Pastikan Ketersediaan BBM bagi Nelayan, Menteri KKP Gandeng Erick Thohir

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+