Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

Kompas.com - 06/07/2022, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19,1 triliun di 2022 untuk kebutuhan subsidi dalam program pembiayaan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Ia bilang, alokasi anggaran untuk membiayai sebanyak 200.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut, bukanlah angka yang kecil. Itu artinya, APBN memang terus dikelola dengan optimal untuk mendukung kebutuhan rakyat.

"Jadi ini angka yang tidak kecil, hampir mungkin mirip subsidi pupuk petani. Jadi APBN bekerja keras. Kalau saya sering gunakan kata itu, itu bukan basa basi," ujarnya dalam acara Road to G20: Securitization Summit 2022 di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Sri Mulyani: Ketahanan Pangan RI Aman, tapi Waspada Tekanan Inflasi Pangan

"Kami masuk ke semua segmen masyarakat yang membutuhkan, antara lain menolong masyarakat pendapatan rendah untuk bisa menjangkau membeli sebuah rumah, makannya kami berikan subsidi Rp 19,1 triliun di 2022," tambah Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Bendahara Umum Negara itu mengatakan, sepanjang 2010 hingga semester I-2022, pemerintah melalui program FLPP telah mengeluarkan subsidi untuk 1.038.538 unit rumah. Adapun total dana yang digelontor dari APBN untuk subsidi pertumahan tersebut mencapai Rp 85,7 triliun.

Baca juga: Rupiah Nyaris Rp 15.000 per Dollar AS, Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Tetap Terjaga

Sri Mulyani menekankan, dana subsidi yang dikeluarkan negara itu pun akan terus bertambah, terlebih mengingat biaya bunga yang harus ditanggung pemerintah selama masyarakat membayarkan cicilan setidaknya dalam 9 tahun pada program FLPP ini.

"Ini angka luar biasa besar, sehingga jika kami lihat ever increasing, apalagi kalau lihat sekali beli rumah nyicil 15 tahun, atau rata-rata bisa di-close dalam waktu 9 tahun, berarti pemerintah harus bayarin subsidi dari sisi bunga sepanjang 9 tahun selama mayarakat cicil rumahnya," jelas dia.

Di sisi lain, meski program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencapai target. Namun, program ini terus berjalan seiring dengan backlog kepemilikan perumahan mencapai 12 juta unit, sehingga masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian.

"Jadi APBN akan terus naik bebannya. Semakin banyak rumah, semakin banyak mortgage (hipotek), maka akan semakin besar (subsidinya), dan ini butuh pemikiran sisi risiko keuangan negara," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Dukung Kepemilikan Rumah Bagi MBR, BSI Gelar Akad Massal 2.500 Nasabah FLPP

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Spend Smart
Penjual Bubur Raih Emas ASEAN Para Games, Sandiaga Uno: Kita Branding Bubur Ranking ke-7 Dunia

Penjual Bubur Raih Emas ASEAN Para Games, Sandiaga Uno: Kita Branding Bubur Ranking ke-7 Dunia

Whats New
Promo HUT Ke-77 RI, Harga Tiket Kereta Api dari Jakarta mulai Rp 17.000, Ini Jadwal dan Rutenya

Promo HUT Ke-77 RI, Harga Tiket Kereta Api dari Jakarta mulai Rp 17.000, Ini Jadwal dan Rutenya

Whats New
Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh

Pertanian Ditetapkan Jadi Program Jangka Panjang di Sumut dan Aceh

Rilis
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sri Mulyani: RI Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sri Mulyani: RI Terbukti Tangguh Hadapi Gejolak Global

Whats New
Bitcoin Dekati Rp 350 Juta Per Keping, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin Dekati Rp 350 Juta Per Keping, Cek Harga Kripto Hari Ini

Spend Smart
1 Tahun Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Kembangkan 376 Sumur Baru hingga Genjot Produksi Minyak Jadi 161.000 Bph

1 Tahun Alih Kelola Blok Rokan, Pertamina Kembangkan 376 Sumur Baru hingga Genjot Produksi Minyak Jadi 161.000 Bph

Whats New
Erick Thohir: Program BUMN Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Erick Thohir: Program BUMN Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Whats New
PLN Kirim Surat kepada 20 Perusahaan terkait Sertifikat EBT

PLN Kirim Surat kepada 20 Perusahaan terkait Sertifikat EBT

Whats New
Lelang Rumah Murah di Bekasi, Harga Limit Mulai Rp 99 Juta

Lelang Rumah Murah di Bekasi, Harga Limit Mulai Rp 99 Juta

Spend Smart
Sido Muncul Ajak Penderita Bibir Sumbing Tersenyum Kembali

Sido Muncul Ajak Penderita Bibir Sumbing Tersenyum Kembali

BrandzView
Awali Pekan, IHSG Bergerak Fluktuatif

Awali Pekan, IHSG Bergerak Fluktuatif

Whats New
Harga Emas Antam Kembali Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Kembali Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Whats New
Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Jokowi Sebut Ekonomi Global Tahun Depan Akan Gelap, Benarkah Demikian?

Whats New
Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Imbauan Kemenhub soal Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia: Ini Jadi Pengingat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.