Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Dunia Turun, Ini Faktor Penekannya

Kompas.com - 25/10/2022, 07:38 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada akhir perdagangan Senin (24/10/2022). Pergerakan harga minyak dunia dipengaruhi oleh rendahnya permintaan China, nilai tukar dollar AS, hingga potensi kenaikan suku bunga yang agresif.

Mengutip CNBC, harga minyak berjangka Brent untuk kontrak Desember turun 0,03 persen menjadi 93,47 dollar AS per barrel. Pun demikian, dengan harga minyak mentah West Texas Intermediate yang juga turun 0,24 persen menjadi 84,85 dollar AS per barrel.

Permintaan China untuk bulan September masih lesu. Meskipun lebih tinggi dari pada bulan Agustus, impor minyak mentah China bulan September sebesar 9,79 juta barrel per hari turun 2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemangkasan Produksi Minyak OPEC+ Bakal Perburuk Inflasi

“Pemulihan baru-baru ini dalam impor minyak tersendat pada bulan September. Ini menunjukkan, perusahan penyulingan gagal memanfaatkan peningkatan kuota karena penguncian Covid-19 yang sedang berlangsung membebani permintaan,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan,

Ketidakpastian atas kebijakan Zero Covid di China dan krisis properti menjadi kendala pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, Analis ING mengatakan, pertumbuhan produk domestik bruto kuartal ketiga mengalahkan ekspektasi analis.

Sementara itu, penguatan nilai tukar dollar AS juga menimbulkan masalah bagi harga minyak. Nilai tukar dollar AS yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang tidak menggunakan mata uang tersebut.

"Penguatan dollar AS yang terus berlanjut membebani nilai WTI dengan uji penurunan yang kami harapkan di harga 79,50 dollar AS per barrel, kemungkinan pada akhir pekan ini," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Sementara itu, aktivitas bisnis di AS yang mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut juga membebani harga minyak pada Oktober. Perusahaan-perusahaan jasa juga melaporkan tingkat pembelian yang lebih lemah.

Di sisi lain, sinyal positif muncul dari laporan S&P Global yang menyatakan bahwa Indeks Output PMI Komposit AS (yang melacak sektor manufaktur dan jasa) turun menjadi 47,3 bulan ini dibanding bulan September, sebesar 49,5.

Adapun analis di grup Price Futures Phil Flynn mengatakan bahwa  pelemahan itu dapat menunjukkan kebijakan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS untuk melawan inflasi telah berhasil. Hal ini diharapkan dapat memperlambat kebijakan kenaikan suku bunga selanjutnya, dan merupakan sinyal positif untuk permintaan bahan bakar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+