Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/11/2022, 16:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot ditutup melemah pada sesi perdagangan Jumat (4/11/2022). Untuk pertama kalinya sejak April 2020, mata uang Garuda ditutup di atas Rp 15.700 per dollar AS.

Melansir data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 15.738 per dollar AS, melemah 0,27 persen. Dengan posisi tersebut, rupiah telah terdepresiasi sebesar 10,34 persen sejak awal tahun ini.

Mengacu kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah juga terdepresiasi. Pada sesi perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor berada pada level Rp 15.736 per dollar AS, lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya sebesar Rp 15.681 per dollar AS.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Tembus Level Rp 15.700 Per Dollar AS

Depresiasi rupiah selaras dengan masih tingginya indeks dollar AS, meskipun sedikit menyusut. Mengacu data investing, greenback sampai dengan sore hari ini berada pada kisaran 112,38.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Irahim Assuaibi mengatakan, meskipun menyusut, indeks dollar AS tetap mendekati level tertinggi dua minggu terakhir. Ini masih disebabkan oleh keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve, mengerek suku bunga acuan ke level tertinggi sejak Januari 2008.

"Bank sentral memperkirakan suku bunga AS akan mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan semula," ujar dia dalam risetnya, Jumat.

Baca juga: Rupiah Sedang Tertekan, Reksa Dana Pasar Uang Dinilai Bisa Jadi Alternatif


Sinyal hawkish jangka panjang The Fed membuat investor semakin berhati-hati. Pukulan terhadap roda perekonomian Negeri Paman Sam diproyeksi berlanjut seiring dengan sinyal tersebut.

"Fokus sekarang pada data nonfarm payrolls AS untuk Oktober, yang akan dirilis hari ini," kata Ibrahim.

Apabila data tersebut menujukan hasil yang terjaga, ruang kenaikan suku bunga acuan The Fed yang agresif ke depannya menjadi semakin terbuka. Maklum saja, dengan data nonfarm payrolls yang positif, maka menunjukan kondisi perekonomian AS masih terjaga.

Baca juga: BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus Rp 15.700 di Kala Mata Uang Asia Lainnya Menguat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Melambat, The Fed Diprediksi Masih akan Naikkan Suku Bunga Acuan

Meski Melambat, The Fed Diprediksi Masih akan Naikkan Suku Bunga Acuan

Whats New
Lion Air Group Buka Lowongan Kerja Pramugari dan Pramugara, Simak Syaratnya

Lion Air Group Buka Lowongan Kerja Pramugari dan Pramugara, Simak Syaratnya

Work Smart
PLN Targetkan 31 Pulau 3T di Jatim Teraliri Listrik Akhir 2023

PLN Targetkan 31 Pulau 3T di Jatim Teraliri Listrik Akhir 2023

Whats New
Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 15 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Bappenas Buka Lowongan Kerja hingga 15 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Work Smart
Kementerian ESDM: Indonesia Miliki Potensi EBT 3.686 GW untuk Modal Transisi Energi

Kementerian ESDM: Indonesia Miliki Potensi EBT 3.686 GW untuk Modal Transisi Energi

Whats New
Pemkab Rote Ndao Sepakati Kerja Sama dengan Surga Marina Indonesia Kembangkan Kawasan Marina Terpadu

Pemkab Rote Ndao Sepakati Kerja Sama dengan Surga Marina Indonesia Kembangkan Kawasan Marina Terpadu

Rilis
Bank Milik Negara Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, BUMN Lain Bakal Menyusul

Bank Milik Negara Cetak Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, BUMN Lain Bakal Menyusul

Whats New
Cara Bayar MRT Pakai OVO, Perhatikan Ketentuan Berikut Ini

Cara Bayar MRT Pakai OVO, Perhatikan Ketentuan Berikut Ini

Spend Smart
Tabungan Orang Kaya di RI Terus Meningkat, Jumlahnya Rp 5.000 Triliun Lebih

Tabungan Orang Kaya di RI Terus Meningkat, Jumlahnya Rp 5.000 Triliun Lebih

Whats New
Cara Daftar MyPertamina Subsidi Tepat via Online dan Offline

Cara Daftar MyPertamina Subsidi Tepat via Online dan Offline

Spend Smart
Erick Thohir: Kalbar Potensial Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Erick Thohir: Kalbar Potensial Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Whats New
Lowongan Kerja Wings Group untuk S1, Cek Persyaratannya

Lowongan Kerja Wings Group untuk S1, Cek Persyaratannya

Whats New
Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Soal Merger Damri dan PPD, Stafsus Erick Thohir: Tinggal Proses Teknis Saja

Whats New
Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Januari 2023, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tipis Jadi 78,54 Dollar AS Per Barrel

Whats New
Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Mau Nonton F1 Power Boat Danau Toba? Cek Harga Tiketnya, Mulai dari Rp 50.000 Per Orang

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+