Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI: ASEAN Sepakat Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Kompas.com - 01/04/2023, 12:00 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan negara-negara ASEAN sepakat memperkuat penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) untuk perdagangan dan investasi.

Hal tersebut disampaikan Perry dalam konferensi pers hasil dari pertemuan pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Sentral ASEAN (AFMGM) 2023 di Nusa Dua, Bali, Jumat (31/3/2023).

"Dalam aspek ini ASEAN sepakat untuk menegaskan kembali ketahanan di antara lain dengan penggunaan mata uang lokal untuk mendukung perdagangan dan investasi lintas batas di kawasan ASEAN," kata Perry.

Baca juga: BI: Bank Sentral Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Laos Akan Kerja Sama Sistem Pembayaran Lintas Negara

Perry juga mengatakan, pada November 2022, BI bersama empat bank sentral ASEAN yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina menandatangani kerja sama terkait sistem pembayaran lintas negara (cross border payment).

Kemudian, akan disusul oleh negara ASEAN lainnya yaitu Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Laos. Langkah ini bertujuan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal di kawasan ASEAN.

"ASEAN-5 akan meningkatkan upaya menghubungkan sistem pembayaran lintas batas, mereka gabung konektivitas ASEAN bukan hanya lima tetapi jadi 10 dan global," ujarnya.

Baca juga: Amar Bank Kini Terapkan Sistem Pembayaran BI-Fast

Lebih lanjut, Perry menambahkan, pertemuan juga sepakat untuk memperkuat ketahanan eksternal dan mempromosikan ekspor dan impor serta investasi.

"Sehingga kita dapat memperkuat keseimbangan dan cadangan devisa bisa diperkuat," ucap dia.

Baca juga: BI: Agenda Perubahan Iklim Dapat Tingkatkan PDB Global 11-14 Persen

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com