Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resmi Listing di BEI, Emiten Nikel NICE Melonjak 23,2 Persen di Awal Sesi

Kompas.com - 09/01/2024, 10:54 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten pertambangan nikel PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (9/1/2024). Di awal perdagangan harga saham NICE melonjak 23,2 persen ke level Rp 540 per saham.

NICE melepas sebanyak 1,21 miliar lembar saham biasa dengan rincian milik PT Sungai Mas Minerals (SMM) sebanyak 608.202.000 saham dan milik PT Inti Mega Ventura atau

PT IMEV sebanyak 608.202.000 saham. Nilai ini setara dengan 20 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Harga penawaran perdana saham NICE sebesar Rp 438 per saham dengan jumlah dana IPO yang dikantongi sebesar Rp 532,7 miliar.

Baca juga: Andalkan CPO, Turunan Nikel hingga Hasil Hutan, Mendag Targetkan Ekspor Non Migas Naik 4,5 Persen

Selain SMM dan IMEV, ada dua perusahaan lagi pemegang saham NICE, yakni MAS, dan VAS. Setelah tercatat di BEI, NICE juga akan memulai fase baru dengan masuknya LX International Corp sebagai pemegang saham pengendali NICE yang baru (melalui PT Energy Battery Indonesia).

LX International Corp akan memiliki 60 persen saham NICE dengan harga perolehan sama dengan harga IPO. Hadirnya PT LX International Corp merupakan strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya perusahaan dalam ekosistem dan rantai pasok industri pengolahan nikel dan baterai kendaraan listrik.

IPO NICE dan dukungan dari LX International Corp sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung rencana jangka panjang Indonesia terkait hilirisasi industri nikel, dan berpartisipasi dalam inisiatif global ESG.

SMM, IMEV, MAS, dan VAS secara bersama-sama disebut memiliki porsi saham masing-masing sebesar 1,8 miliar, 1,7 miliar, 25 juta dan 25 juta kepada LXI. Adapun struktur permodalan SMM adalah DMI atau PT Dwidaya Mega Investama dan Stevano Rizky Adranacus, dimana Herman Herry Adranacus merupakan penerima manfaat akhir sekaligus pengendali

Baca juga: RI Diperkirakan Jadi Pemain Utama dalam Pasokan Nikel Global

Berdasarkan prospektus perseroan, seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham merupakan milik para pemegang Saham penjual.

Oleh karena itu, seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham akan diterima oleh para pemegang saham penjual dan perseroan tidak menerima dana hasil penawaran umum perdana saham.

Presiden Direktur NICE, Stevano Rizki Adranacus mengatakan, selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 15,72 kali.

"Besarnya minat terhadap saham NICE mengindikasikan bahwa investor publik merespon positif potensi kinerja perusahaan ke depannya. Aksi korporasi ini sangat penting untuk mewujudkan visi NICE sebagai pemain unggul dalam pertambangan dan pengolahan nikel di Indonesia dengan mengedepankan world-class mining standards,” kata Stevano di Main Hall BEI.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com