Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas dan Minyak Diramal Melambung pada 2025, Ini Pemicunya

Kompas.com - 20/02/2024, 18:35 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Analis Citi Bank memperkirakan harga emas diperkirakan bisa melonjak hingga 3.000 dollar AS per ounce, dan minyak menyentuh level 100 dollar AS per barel dalam 12 hingga 18 bulan ke depan tergantung pada salah satu dari tiga kemungkinan katalis.

Harga emas dunia saat ini diperdagangkan pada level 2.016 dollar AS per ounce, dan dapat melonjak sekitar 50 persen, jika bank sentral meningkatkan pembelian logam kuning, terjadi stagflasi, atau resesi global yang parah.

“Jalur yang paling mungkin terjadi menuju 3.000 dollar AS per ounce,” kata Kepala penelitian komoditas Citi Amerika Utara Aakash Doshi mengutip CNBC.

Baca juga: Naik Rp 3.000 Per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam 20 Februari 2024

Dia mengatakan, emas adalah akselerasi cepat dari tren yang ada namun pergerakannya lambat. Dia mengatakan, de-dolarisasi di seluruh bank sentral negara berkembang pada gilirannya menyebabkan krisis kepercayaan terhadap dolar AS.

“Hal ini dapat melipatgandakan pembelian emas bank sentral, menantang konsumsi perhiasan sebagai pendorong terbesar permintaan emas,” jelas Doshi.

Doshi mengungkapkan, pembelian emas oleh bank sentral telah meningkat ke tingkat rekor dalam beberapa tahun terakhir, seiring upaya mendiversifikasi cadangan dan mengurangi risiko kredit.

Baca juga: Galeri 24 Luncurkan Emas Batangan Tema Batik Nusantara

“Bank sentral China dan Rusia memimpin pembelian emas, sementara India, Turki, dan Brasil juga meningkatkan pembelian emas batangan,” jelasnya.

Laporan Dewan Emas Dunia pada bulan Januari menyebutkan bahwa bank-bank sentral dunia telah mempertahankan lebih dari 1.000 ton pembelian emas bersih selama dua tahun berturut-turut.

“Jika jumlahnya meningkat dua kali lipat dengan sangat cepat menjadi 2.000 ton, kami pikir itu akan menjadi sangat bullish bagi emas,” ujar Doshi.

Baca juga: Cara Investasi Emas bagi Pemula agar Untung

Resesi global

Pemicu lain yang dapat mendorong harga emas hingga 3.000 dollar AS adalah resesi global yang parah. Doshi mengatakan hal itu dapat mendorong Bank Sentral AS untuk menurunkan suku bunganya dengan cepat.

“Itu berarti remnya telah dikurangi, bukan menjadi 3 persen, tetapi menjadi 1 persen atau lebih rendah. Hal itu akan membawa kita ke 3.000 dollar AS,” kata Doshi.

Harga emas cenderung memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga. Ketika suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik dibandingkan dengan aset pendapatan tetap seperti obligasi, yang akan menghasilkan imbal hasil yang lebih lemah dalam kondisi suku bunga rendah.

Suku bunga acuan The Fed berada di antara 5,25-5,5 persen sejak Juli 2023, tertinggi sejak Januari 2001 ketika melonjak menjadi 6 persen. Pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan Mei atau Juni 2024.

Emas dianggap sebagai tempat berlindung yang aman (safe haven) dan cenderung berkinerja baik dalam periode ketidakpastian ekonomi ketika investor menjauh dari aset-aset berisiko seperti ekuitas.

Selain ketiga pemicu potensial ini, Doshi berpendapat bahwa perkiraan dasar untuk emas batangan adalah 2.150 dollar AS pada paruh kedua tahun 2024, dan harga emas rata-rata sedikit di atas 2.000 dollar AS pada paruh pertama.

Halaman:


Terkini Lainnya

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com